PERJALANAN ±1.000KM (TEGAL, YOGYAKARTA, SLEMAN, DIENG, BANDUNG, PUNCAK)

Perjalanan ±1.000km (Tegal, Yogyakarta, Sleman, Dieng, Bandung, Puncak)

IMG-20160715-WA00471.jpg

Hailo Adver, Miss you over. Kangen cerita panjang lebar dengan kalian. Padahal banyak banget yang mau diceritain tentang perjalanan yang telah gue lakukan. Tapi kesempatan menulis semakin dikit. Karena banyak aktivitas yang menyita waktu gue seperti Kerja, kuliah, menyempatkan ngobrol sama nyokap & brotha setiap weeknd, silaturahmi dengan teman & sahabat, bersosialisasi ga penting, dan kabar baiknya buat gue sekarang ada jadwal malam mingguan dengan someone spesial “aa Dion” panggil ajah aa. Yes kali ini gue mau ceritakan perjalanan gue bersama aa (not aa gym/jimmy..hahaha).

Sebelumnya gue kenalin doi dulu ya, supaya kalian ada gambaran. Doi cowo yang katanya dulu waktu SMA jago basket, please iyain ajah..! doi lebih tua 2 tahun dari gue. Doi suka banget motoran, dia ketum (ketua umum) komunitas motor Pagoda Jakarta. Dan doi sekarang jadi member Xabre Owner Jakarta (XOJ). Sampai saat ini dia masih tetap baik dimata gue dan semoga dia akan selalu menjadi orang baik. Gue ketemu dia pertama kali pas komunitasnya ngadain Touring Motor ke Ujung Genteng, Sukabumi. Gue diajak temen gue yang temen dia juga. Sekian tentang Doi….

Dimulai dari bulan Ramadhan yang akan segera berakhir, dan menanti liburan yang akan segera tiba. Gue di ajak aa Touring Motor bersama temannya panggil ajah bang Aki. Dengan tujuan ke Yogyakarta kampungnya bang Aki. Berjalannya waktu, waktu liburan semakin dekat ternyata bang Aki Cuma hoaks mau touring. Bikin gue badmood karena gue udah ngebatalin banyak acara Cuma buat ikut mereka. Katanya disana lagi ada badai, halahhhh bilang ajah ga ngikut. Aa ikut-ikutan bilang ga jadi. Makin badmood, tapi aa ngasih planing lain yaitu ke Dieng. Gue kekeh minta sampai Jogja. Batu….!!hahaha Maap :p . Aa mengabulkan Yogya dan dieng… Yeah jalan-jalan… J.

Senin, 11 Juli 2016

Doi jemput gue jam 06.00 Wib, gue udah ready mempersiapkan apa-apa yang harus dibawa. Sambil menunggu gue pakai sepatu, aa memasukan satu per satu barang-barang gue ke box motor yang dibawanya (Miong). Setelah selesai keduanya, kita berdua pamit ke nyokap gue. Hati gue dag dig dug ga karuan, karna ini perjalanan jauh pertama gue menggunakan motor alias diboncenng. Bismillahirahmanirohim…

Cibubur – Cileungsi – Bekasi – Karawang – Cirebon – Brebes – Tegal.

Sesampai di SPBU daerah bekasi, doi ke ATM lalu isi bensin. Dilihat Miong sudah panas karna terusan di gas dari Cijantung lalu kita putuskan istirahat kurang lebih 15 menit. Setelah itu kita gas lagi tanpa berhenti. Jalanan yang kita lalui sangat mudah karena hanya lurus setelah tempat peristirahat. Disepanjang jalan gue melihat persawahan hijau berhektar-hektar bahkan sampai sejauh mata memandang. Langit biru dihiasi awan putih yang sealah berjalan melintasi langit. Cahaya matahari menyinari hingga menembus jacket yang kita pakai. Angin menghempas tubuh kita selama doi nge-gas.

Adzan Dzuhur berkumandang, tanda kita harus beristirahat kembali. Sudah terlalu lama kita dijalan. Tepat di SPBU dekat mall yang berada di Cirebon. Kita memutuskan untuk berhenti, aa mengisi amunisi alias isi bensin sedangkan gue bergegas kebelakang Circle-K / Musolah untuk solat. Tidak lama kemudian aa datang menghampiri untuk solat juga. Gue gabung solat Ashar di waktu dzuhur karena takut di sepanjang perjalanan tidak ketemu tempat solat, lagi pula perjalanan kita cukup Jauh. Allahualam diterimanya atau tidak… J.

Setelah solat kita packing again lalu nge-gas lagih. Sampai sejauh ini gue baru sadar kalau kita belum makan dari pagi. Kita baru cemil-cemil makanan yang gue bawa.

Selamat Datang Dikota Tegal kawan…! sebuah plang tanpa sadar memberi tahu posisi keberadaan kita. Ya kita telah sampai di Tegal, aa nanya mau makan apa?? Secara cuaca panas bangat rasanya pengen makan yang berkuah dan pedas. Gue minta bakso, yes bakso dengan saos botolan yang kata orang tidak menyehatkan. Whatever, gue mau nyoba :p .

IMG-20160724-WA0007.jpg

Rencanya aa mau mampir ke pekalongan tempat teman kantornya, sekalian kita bermalam disana. Secara perjalanan masih jauh banget. Tapi kita udah lelah terutama gue, tiba-tiba teman SMA aa ngabarin kalo rumahnya ga Jauh dari tempat kita makan Bakso. Okeh fiks, kita mampir kesana sekaligus numpang bermalam. Kita ketemuan di perempatan pacific mall. Yesss ketemu, nama dia mas Arum. So, Follow him now…! Lumayan Jauh dari tempat kita ketemuan, seolah kita kembali ke berebes. Yes, memang letak rumahnya diberebes …Jauhhh….lebih jauh cijantung L. Dari pada ga dapet tempat bermalam gratisann hiihihi (licik).

Langit mulai redup, sepertinya matahari akan mengumpat untuk sementara waktu, semburat senja menyingsing diperbatasan langit gue lihat dari kejauhan sementara jalan panjang menanti didepan mata. Sementara aa fokus mengikuti mas arum hingga sampai kerumahnya. Pukul 17.00 Wib kita sampai, disinilah kita menumpang memejamkan mata, merilexkan otot” yang kaku karena lama duduk, numpang membersihkan debu-debu keringat yang menempel dikulit, numpang mengisi perut yang sudah diisi tiba-tiba kosong padahal belum dibuang. Hingga pagi pun tiba, dengan sholat subuh yang kesiangan. I’m so sorry God L.

Selasa, 12 Juli 2016

Pagi semuanya, pagi juga aa kesayangan. Mari kita packing-packing lagi lalu sarapan dan berangkat kembali. Perjalanan kita lanjutkan melewati tengah yaitu Purwokerto sesuai dengan saran dari mas Arum dan Istri. Okeh kita Follow mas arum lagi sampai jalanan utama. Maklum, kita berada di ruang penuh lika-liku … ahay… J.

 

Perjalanan hari ini lebih sejuk melewati persawahan dan masih banyak pepohonan. Tertimbang hari kemarin “haredang” hihi. Sepertinya bensin mulai tiris kita masih berada di Songgom dan disini jarang ada SPBU, alhasil aa memutuskan untuk membeli bensin eceran disini. Dari margasari mulai padat merayap, mungkin karena arus balik hari raya atau memang karna ini jalan utama. Sampai dengan purwokerto lalu kebumen kita lewati Bangunan Tua Kalibogor, kita menyempatkan photo disini. Isi amunisi lagi istirahat sejenak cemal-cemil.

Lanjutkan perjalanan, setelah dari sinilah kita berdua mulai tersesat entah kemana, dengan maksudnya ikuti petunjuk arah alternatif ke Yogyakarta. Tapi sepertinya jalan membuat kita berputar-putar terus hingga tak kunjung sampai Yogyakarta. Tiba-tiba disepanjang jalan kita terus melihat penunjuk arah pantai. Gue mulai unmood, feeling ga bagus. Dan akhirnya Ngambek… di jalan purworejo – congot 😀 hihihi.

“Maafin aku ya aa, padahal aa capeknya lebih dari aku, tapi aku yang kayaknya merasa paling capek”. Owhh begini ya jalan sama pacar “Man to the Ja – Manja” hihi (Sayang aa, love you so much J). Dan akhirnya sampailah di daerah wates, mendekati yogyakarta. Menyesal sangat ngambek-ngambek kaya tadi.

Langit semakin meredup, aa semakin ngebut, gue semakin merasa bersalah sama aa. Adzan Maghrib berkumandang dan kita sudah berada di Yogyakarta. Alhamdulillah… J J J J

Sekitar pukul 19.00 Wib kita berdua berkeliling malioboro, macet parah, rame banget. 3 kali kita muter-muter tanya sana-sini penginapan dengan harga murah. Sampai engga sadar kalo kita bukan suami Istri, alhasil ditolak sana-sini untuk sewa homestay walaupun nyewa dua kamar. Hufhhhh…. bukan kesel karena penginapan yang ga di Acc, tapi begitu sangat melelahkan perjalanan hari ini. Kita memutuskan makan Nasi Goreng dulu sebelum oleng di samping jalan Dagen Malioboro.

Ternyata mencari penginapan murah buat couple Backpacer yang belum resmi menikah susah loh… Jadi pengen cepet-cepet nikah biar sah, buat adver yang suka couple backpacker yuk mari nikah… Ehhh. Dan akhirnya kita dapet hotel murah… yeah yeah yeah (bahagia**) rasanya langsung mau tidur di kasur yang empuk. Namanya Hotel Pelangi ga jauh dari Jalan Malioboro, harga pas sama fisik hotelnya Rp.125.000,-/malam. Lumayan buat tidur 6 jam untuk perjalanan besok Pagi.

Rabu, 13 Agustus 2016

Cahaya membias dari balik gorden, hari sudah siang waktu menunjukan pukul 07.00 Wib. Gue bergegas mandi lalu beli kopi panas buat aa. Sebelum tidur gue udah minta sama aa untuk jalan-jalan pagi di sepanjang Malioboro. Dan kita punya waktu 4 Jam untuk jalan di sepanjang jalan Malioboro sampai dengan Kraton.

Gue punya ekspetasi berlebihan, gue pengen jalan-jalan santai disepanjang jalan Malioboro, Makan Pecel di depan Pasar Bringharjo. Lihat pernak-pernik kesenian khas Jogja. Naik becak ketika lelah melanda. Photo – photo di objek-objek yang menurut gue bagus buat photo. Hingga sampailah di Alun-alun. Dan kalian boleh ketawa tentang ini, karena semua yang terjadi jauh dari ekspetasi gue yang berlebihan. Pupus harapan gue… Perjalanan Malioboro berakhir di depan pasar Bringharjo.

Kalau gue inget ini, rasanya gue mau marah-semarah marah marahnya, kesal sekesal kesal kesalnya. Mungkin Malioboro bukan untuk cerita kita. Bahkan gue ga mau kesitu lagi bersama aa. Dan gue berharap ada cerita lebih indah di Malioboro meskipun tanpa aa. Dan gue ga akan pernah lupa kejadian ini. Bye Maks…hahaha

Belum sampai 1 Jam perjalan berakhir, kita kembali ke hotel untuk packing-packing dan istirahat sebentar. Kita lanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur, Magelang sekitar Pukul 09.30 Wib. Kita mampir sebentar ke Alun-alun Sleman – mengabadikan photo disini. Sumpah adem disini, mungkin karena berada di bawah pohon dan banyak pepohonan lainnya disini.

Angin semilir menyejukan kami yang berada disana. Sambil meneguk minuman berwarna dingin menikmatinya. Sungguh ini perjalanan yang sangat jauh, bahkan tidak semudah membalikan telapak tangan untuk kembali kerumah masing-masing. Hanya ada kamu didepan mataku, yang dapat mengulurkan tangan mu, penunjuk arah langkah ku saat itu, bersama ku, membahagiakan ku. Maafkan atas perilaku ku.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur. Panas terik menembus hingga ke kulit. Panas begitu terasa saat itu disepanjang jalan. Jalanan ini pernah gue lewati sebelumnya tetapi menggunakan bus dan delman. Aa fokus pada jalanan yang dilalui, sesebentar kita minggir untuk berfoto lalu kembali gas lagi.

Kami mampir ke Candi Mendut untuk berfoto sebentar, lalu melanjutkan ke Candi borobudur sekitar 15 menit dari sini. Sesampai didepan Gerbang pintu masuk Candi kami makan terlebih dahulu setelah memarkir motor. Berjalan sedikit ke kanan dan menyebrang sampailah di tukang bakso Yamin. Gue memesan semangkok bakso dan aa memesan semangkok mie Ayam Bakso dengan Minuman Es Teh Manis 2 gelas. Ternyata baksonya enak loh disana, gue sampe nambah jadi 2 mangkok deh. Hihihi

Selamat datang di Candi Borobudur, kali ini ga perlu pake kain untuk sampe diatas sana. Berharap cuaca mendung tapi malahan panas terik. Ga perlu payung, karena ada aa disamping gue..!!(apaansih? :p). Setelah sampai puncak Candi kami mengabadikan moment dengan berphoto, duduk sebentar mencari tempat yang adem. Lalu segera turun kembali untuk melanjutkan perjalanan.

IMG-20160715-WA00571.jpg

Hayu kita ke destination lain yaitu Dieng. Yes dataran tinggi Dieng untuk yang ke-3 kalinya dengan orang yang berbeda. Kurang lebih 107km dari Candi Borobudur untuk mencapai Dieng. Itu gue liat di Google Map loh… Kita ga lewat Purwokerto dan Banjarnegara karena pasti akan lama banget untuk sampe kesana. Kita lewat jalan Alternatif yaitu lewat “Salam”. Jalanannya Sepi bangettt, jarang rumah, jarang liat penduduk kalo di sukabumi seperti jalanan dari pelabuhan Ratu ke Ujung Genteng (Hutan belantara) Lebayyyy. Udara semaki dingin dijalan ini, mendung menghantar kita sampai di pertigaan jalan entah kita sedang berada dimana. Hujan rintik-rintik turun memaksa kita untuk berhenti lalu menggunakan Jas Hujan yang kita siapakan dari rumah. Jalan kembali, karena langit semakin gelap, hujan semakin deras, jalan mulai licin, jalanan pun terlihat hanya 1 atau 2 orang bisa dihitung oleh jari, kami pun semakin basah.

Disetiap perjalanan aku bahagia jika hujan datang, apa lagi akan menggapai keindahan bersama kesayangan. Luphh you a J.

Kami sudah sampai di perbatasan salam – wonosobo. Terlihat dari kejauhan 2 Gunung yang selalu bersamaan, Terlihat indah dari kejauhan. Rasanya ke-2 gunung itu memanggil-manggil gue untuk gue daki. Mungkin lain waktu gue akan menggapainya. Kami lewati pasar Wonosobo, mampir ke SPBU untuk isi Amunisi Miong. Mampir ke Indomaret, aa belanja dan ambil uang di ATM. Sedangkan gue menunggu diluar  masih mengenakan jas hujan. Lalu istirahat sebentar didepan Indomaret sambil meminum air berwarna membasahi tenggorokan yang kering.

Kami melanjutkan perjalanan kembali melewati Terminal Wonosobo tidak jauh dari situ kami belok kiri melewati jalan Alternatif menuju Dieng. Jalan Naik Turun berkelok-kelok dan dihiasi perkebunan sayuran. ±30 menit kita sampai di pertigaan belok kanan. Disana teredapat gapura ucapan selamat datang di dieng kalo tidak salah… hihi lupa…. Berphoto sebentar disini, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju dataran tinggi dieng.

Ini jalan utama menuju Dieng, belum pernah denger lagi kalo ada jalan alternatif lagi setelah pertigaan tadi. Nge-gasss Nge-but di atas aspal hitam pekat karena hujan tadi. Semakin jauh kita berjalan, semakin dekat dengan ketinggian, semakin kita merasa kedinginan. Kadang kabut menutupi jalan hingga kita harus menurunkan kecepatan, apa lagi Angkutan umum disana ngebut-ngebut semua. So, kita harus ekstra hati-hati ya adver.

Adzan Maghrib berkumandang tepat melewati petak banteng, akhirnya sedikit lagi sampai. Hore… Hore… Hore..!! Sesampai di pertigaan Dieng gue langsung ke penginapan Bu Djono untuk Reservasi penginapan ternyata penuh karena dadakan. Jadi gue terpaksa ngambil penginapan disampingnya entahlah nama penginapannya apa, ga se-recomended di penginapan Bu Djono. Okeh, gue Cuma numpang tidur doang di samping, tapi nongkrong, ngopi, makan & beli oleh-oleh di Penginapan Bu Djono.

Di Penginapan Bu Djono penginapan Rp.80.000,- s/d Rp. 150.000,-/malam (murah kan??? Murah banget !! cocok buat para backpackeran nih…), terus makanannya juga murah-murah dan enak, Ga nyesel deh pulang pergi Jakarta- Dieng kalo ngopinya di Bu Djono…hahaha Nilai plusnya lagi, pelayanannya oke, orang-orangnya ramah-ramah pake banget. Hayukkkk mari di coba mampir….

Kita berdua nge-teh ngopi dulu disana, setelah mau tidur baru reservasi disamping. Karena perjalanan tadi capek banget kita berdua langsung tepar.

Kamis, 14 Juli 2016

Gue terbangun jam 2 malam, gelap gulita mati lampu. Gue meraba-raba kesana kemari mau siap-siap untuk tracking ke bukit sikunir Jam 3 pagi. Bangunin aa berkali-kali dan pada akhirnya bangun. Wewwww…. dieng masih tetap dingin..hufhhhh. Beku ini kita naik motor menyusuri kegelapan jalanan dieng menuju sikunir, sepi, sunyi. Jalannya pelan tapi pasti, Senyumnya maksa tapi tulus kok (efek dingin).hihihi

Sesampai post masuk hanya terlihat lampu-lampu tenda. Melihat keatas bukit terlihat lampu-lampu senter para pendaki bukit, diatasnya lagi terhampar bintang bintang dan tepat dihadapan ada someone spesial “aa”. Bahagianya pake banget bisa bareng aa kesini menikmati pagi buta dengan kesunyian bersamaan dinginnya khas dieng. I Love you a J.

Mulai Haiking bukit Sikunir kita. Kita ga bawa senter, jadi sedikit meraba-raba dan terkadang numpang disinari senter orang lain. Di ¼ perjalanan aa mengeluarkan Handphone lalu membuka aplikasi Senter. Langkahpun semakin cepat, ingin lekas sampai di penghujung bukit ini. Ini yang kedua kalinya gue nanjak di Bukit Sikunir, pertama dengan Sahabat gue dan kali ini dengan cowo gue yang sampai saat ini belum diragukan rasa sayangnya terhadap gue.

Bukit sikunir masih dengan penjual kentang di rendang, tempe kemul, dengan keramaiannya, dengan orang-orang berseni musik dipinggir jalan. Sesampai di penghujung puncak bukit Sikunir masih dengan mereka-mereka penikmat Sunrise yang sedang bersiap-siap menantikan keindahan terbitnya cahaya terbesar di bumi. Kami akan mengabadikannya, tidak lupa bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang Allah berikan kepada kami untuk waktu yang begitu indah ini.

Dieng untuk gue :

Dimana gue memmpertahankan persahabatan

Dimana gue membuang orang dan harapan palsu

Kini dimana gue memulai dengan cinta seutuhnya

 

Setelah lama menunggu, munculah matahari mengendap-endap dari garis akhir awan. Seolah-olah malam tadi Matahari berada dibawah awan. Lama kelamaan dia naik keatas memberi kehangatan kita yang dari tadi kedinginan. Bukit yang hitam kini menghijau, wajah yang gelap kini menguning. Langit abu-abu kini telah membiru. Kini lampu-lampu penduduk dibawah sana, lampu-lampu tenda, senter-senter yang dipakai mendaki kalah terang dengan fenomena yang tiap harinya terulang ini (Matahari), bintang-bintang dilangit pun kini tidak terlihat lagi.

Ya Allah, Kau ciptakan matahari untuk menerangi kegelapan

Dengan matahari Kau bangunkan kami dari tidur tadi malam

Dengan matahari Kau membuat kami memulai aktifitas

Dengan matahari Kau tunjukan kuasa Mu

Dengan Kau lihatkan kebesaran matahari, Kau lihatkan kebesaran Mu,

Dengan Kau lihatkan keindahan kuasa Mu

Semoga kami jadi manusia yang rendah hati

Karena yang berhak sombong hanyalah Engkau

Karena semua yang ada di kami adalah milik Mu yang Kau titipkan pada kami

Ya Allah, terima kasih atas kesempatan ini

Karena tidak akan ada hari ini tanpa izin dari Mu

Karena tidak ada moment ini tanpa kesempatan yang Kau berikan untuk Kami

Terima kasih Kau hadirkan dia untuk ku,

Entah untuk sementara ataupun untuk selamanya,

Entah untuk saling memiliki ataupun hanya untuk pelajaran,

~Kini aku mencintainya~

 

Kami mengabadi photo bersama disini, masih dengan tawa tulus, kebahagian bersimpul sayang disini. Merasa dijaga, merasa dibahagiakan dan gue sangat merasa bahagia ada dia. Huffhhhh…. hai adver gue mulai gagal fokus nih ceritanya. Kenapa gue jadi curhat??hihi. okeh gue lanjutkan ceritanya…!

Setelah berfoto-foto kita langsung turun lalu mengunjungi Telaga Warna sebentar lalu ke Candi Arjuna. Candi-nya biasa ajah menurut gue, tapi view disekitarnya mendukung banget buat kita tetap mengunjunginya. Gue kepengen banget ke Candi ini setelah Subuh, pengen liat kabut menyelimuti sekitaran candi dan cercahan matahari pagi datang membiaskan kabut. Gue meyakini bahwa moment itu pasti akan lebih keren dari ini. Next Insya Allah kita kesini lagi. Apa kalian mau bareng gue kesini?? Hayuklah kita packing bareng !!tapi gue ajak aa juga ya?? J.

Hari semakin siang, matahari semakin panas, udara masih tetap dingin. Kami bergegas kembali, gue ke Losmen Bu djono pesan makanan untuk sarapan sedangkan aa ke penginapan sebentar untuk packing dan ganti baju lalu menghampiri gue. Bule-bule berlalu lalang disini buat sarapan dan ada yang siap-siap untuk dipandu mengunjungi tempat-tempat yang oke banget di dieng oleh guide-guide Bu Djono punya. Engga nyesel pokoknya kalo kalian mampir kesini para adver. Setelah sarapan kita mandi ke penginapan buat bersih-bersih, packing-packing lalu nge-gaza. Sebelum nge-gaz mampir dulu ke Bu Djono buat beli oleh-oleh dan nongkrong sebentar menunggu Dzuhur.

Bismillahirahmannirahim, semoga kita sampai Bandung dengan selamat amin. Yes, kita mampir dulu ke Bandung ya sebelum pulang. Kurang lebih 8 Jam sampai sana, itu juga Insya Allah. Kita berencana lewat jalur selatan.

Banjarnegara – Purwokerto – Margasari – Brebes – Cilacap – Ciamis – Tasikmalaya – Garut – Bandung

Mungkin perjalanan ini akan lebih terasa lebih jauh tertimbang lewat jalur Pantura. Tapi, its oke semua harus kita cobain. Disepanjang jalan Banjarnegara si miong perlu isi amunisi tapi SPBU disini bisa dihitung pake jari tangan. Lama kita menyusuri jalan SPBU belum juga terlihat aa memutuskan untuk beli bensin Eceran. Setelah beli kita kembali berjalan terlihat SPBU disebelah kanan. Gue dan aa hanya bisa ketawa sendiri. Ada lagi mobil xenia berplat Jakarta yang mengendarai mobil ugal-ugalan dan hampir menyerempet motor aa. Sebenernya gue kesel banget, kalo motor ini lebih gede dari tronton udah gue lindes itu mobil (kesel…) gue takut aa knp”. Lebay :p

Kami terus menyusuri jalan hingga kami sampai dijalan daerah Purwokerto. Amunisi Miong habis, kami perlu SPBU lagi. Berhubung perjalanan kita masih jauh, SPBU jarang juga disepanjang jalan ini. Aa memberhentikan miong di sebuah gubuk warung yang menjual Bensin. Kita beristirahat dahulu sambil aa memesan secangkir kopi panas menghabiskan sebatang ***** sedangkan aku memakan sedikit cemilan yang kami bawa. Kurang lebih 30 menit berlalu kita kembali jalan.

IMG-20160715-WA0004.jpg

Maghrib kita sampai di SPBU sekitaran Cilacap, kami beristirahat 30 menit dan mengisi amunisi miong. Lalu kami menyusuri gelapnya jalan. Sesampainya di Garut, udara mulai terasa beda. Dinginnya udara kini melebih dinginnya udara malam. Ternyata kita berada di daerah pegunungan Garut. Sumpah punggung gue pegel parah. Kaki gue udah ga berasa ada atau tidak. Kurang lebih Jam 11 malam aa mengisi amunisi miong di SPBU. Ketika gue turun, sumpah berasa kaki ga ada dan dengkul sakit parah dilurusin dan gue pun terjatuh disana. Diangkat aa untuk duduk sebentar, setelah itu aa memarkirkan motornya di Mesjid SPBU lalu memnghampiri dan memapah gue untuk sampai masjid itu.

Teman-teman hal paling tersedih gue dalam perjalanan adalah ketika gue menyusahkan orang lain, kita gue merasa lemah dan memaksa orang lain membantu gue. Padahal disetiap akan melakukan perjalanan gue memastikan diri gue lagi Fit. Gue Cuma bisa berdoa semoga aa tidak merasa disusahkan gue saat itu. 2 kali dia memapah gue seperti ini pertama di Curug Ciberum dan sekarang di SPBU ini. I love you a J

Kita memutuskan untuk beristirahat disini sejenak, memulihkan ngantuk yang meradang, memulihkan kaki yang pegel memulihkan lelah selama perjalanan hari ini. Tidur dilataran masjid dengan pelancong-pelancong lainnya. Udara dingin Garut menusuk-nusuk tulang kami, kamipun tidak hiraukan karena lebih terasa lelah bahagia ini.

Jum’at, 15 Juli 2016

Pukul 02.00 Wib rasa lelah menghilang dan udara dingin mulai terasa. Gue membangunkan aa untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Kami mulai packing lagi, lalu melahap puluhan Km lagi. Tapi kali ini kita bareng bersama satu orang anak motor dari bogor. Gue ga inget namanya siapa hehehe.

Adzan Subuh berkumandang tepat kita sampai di Masjid Besar di Alun-alun Bandung. Alhamdulillah J Dan aa kenalan dengan satu anak motor lagi orang cianjur yang sedang berkuliah di Bandung. Kalo ga salah begitu, dan gue tetep ga tau namanya hehehe. Kita ber-empat sekarang mengunjungi taman, jalan kaki mengitarinya mereka ber 3 sambil ngobrol-ngobrol. Setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan sesampai di Cianjur aa mengisi amunisi Miong lalu jalan kembali bersama orang bogor ituh. Mampir sebentar lagi ke Bengkel untuk ganti oli Miong. Lalu cus dan berpisah dengan teman baru kita di pertigaan cobodas, puncak dan jonggol.

IMG-20160715-WA00021.jpg

Setelah itu kami melanjutkan ke puncak Pas, aa mengajak gue mampir untuk makan di Resto MelRimba. Beristirahat di penginapan karena udah ngantuk banget, hujan turun ketika Maghrib tiba. Kita tetap menerobos Hujan sampai akhir sampailah aa menghantarku ke rumah.

Maaf ya adver, gue sedikit terburu-buru diakhir cerita. Hihi soalnya pengen cepet-cepet realise nih blog. Mohon maaf juga kalo ada kata-kata yang menyinggung dan menyakitkan hati adver baik disengaja ataupun tidak disengaja. Tujuan tulisan ini Cuma buat sharing ajah, siapa tau bermanfaat juga ya. Mohon jangan ditiru jika ada keburukan diperjalanan gue, cukup ambil yang positivnya aja. Mari jadi pembaca yang cerdas !!. See you next time – tunggu cerita gue berikutnya. J Love you so much adver

Rincian biaya selama perjalanan 2 orang 1 motor :

Tiket Masuk tempat Wisata :

  • Candi Borobudur + parkir                             62.000,-
  • Bukit Sikunir + parkir                                    25.000,-
  • Telaga Warna + Parkir                                    13.000,-
  • Candi Arjuna + Parkir                                     23.000,-
  • Candi Mendut + Parkir                                     9.000,-
  • Tiket masuk dieng (seharusnya ga)           10.000,-

Rp.142.000,-

 

Penginapan Yogyakarta (Hotel Pelangi)                            Rp.120.000,-

Penginapan Dieng (Samping Losmen Bu Djono)            Rp.225.000,-

Penginapan Puncak (lupa L)                                                  Rp. 50.000,-  ±

Bensin selama perjalanan                                                      Rp.350.000,- ±

Makan, Minum, oleh-oleh, kopi dsb                                  Rp.450.000,- ±

Biaya Lain-lain diluar yang disebutkan                             Rp.150.000,- ±

Rp. 1.345.000,-

± Total biaya selama perjalanan                                                                                   Rp. 1.487.000,-

(Semua biaya aa yang Nanggung kemaren J)

 

TIPS-TIPS

Hello adver, ada banyak tips nih buat kalian yang akan melakukan perjalanan jauh dengan motor kesayangan kalian, yaitu :

  1. Kalian harus tahu tujuan utama perjalanan kalian kemana, tempat mana aja yang akan anda kunjungi, jalan mana yang akan anda lewati yang aman, cepat dan mudah dilewati.
  2. Sebaiknya kalian sebelum berkunjung, sudah reservasi penginapan via online, supaya waktu yang seharusnya bisa buat langsung istirahat tidak malahan kita buang buat cari-cari penginapan.
  3. Perlengkapan yang harus dibawa usahakan yang penting ajah ya, pakaian + dalamannya yang cukup tidak berlebihan. Obat-obatan, perlengkapan bersih-bersih, penting Jas Ujan wajib.
  4. Perlengkapan dokumentasi sangat penting juga loh, kalian emang mau perjalanan yang kalian lakukan hanya dikenang di dalam memori otak anda. Kalo gue sihh berasa wajib mengabadikan photo dengan siapa dan dimanapun gue pergi.
  5. Logistik sedikit-sedikit kalian bawa ajah, Emang bikin berat tapi lumayan loh buat penunda kelaparan dan mencegah dehidrasi. Apalagi kalo perjalanan yang kalian lakukan kaya gue ini, usahakan roti kasur, air mineral, cemilan yang manis-manis coklat biasanya ampuh banget buat perut cepat kenyang. Inget ini buat penunda lapar lohhh, jangan sampai ga makan ya !!
  6. Siapkan uang cash secukupnya buat jaga-jaga, yang banyaknya di ATM ajah J. Kalian harus buat budget perjalanan yang melebihi dari perhitungan ya, takut ada hal yang tidak diinginkan. Kalo belum punya uang sesuai budget, hayuk kerja lebih giat lagi.
  7. Sebelum berangkat Service motor kalian dulu ya, Checking, Touching & service.
  8. Buat kalian yang mengendarai motor, Ngebut boleh tapi lihat-lihat kondisi jalanannya dan lingkungan yang kalian lewati. Jangan sampai kalian jadi mengganggu orang lain, bahkan mencelakai diri sendiri dan orang lain. (Taukan maksud gue).
  9. Kalian usahakan ramah sama orang (ibarat tamu yang ramah sama tuan rumah, supaya tuan rumah welcome sama kalian).
  10. Dsb ya… masih banyak tips sebenarnya tapi kalian bisa searching di mbah google yang super canggih, dia bisa jawab apapun pertanyaan kalian, dia bisa kasih tahu apa-apa yang kamu ingin tahu. So, jangan malas mencari tahu sebelum kalian memulai perjalanan.

Good Luck buat perjalan dengan motor kalian nanti, semoga selamat sampai tujuan dan kembali pulang dengan selamat. Stop vandalisme dan jangan buang sampah sembarangan, karena itu ga keren ya…!! Jangan lupa sharing perjalanan kalian ke gue yang keppo banget. Hihi Thanks sudah mampir, read dan jangan lupa tinggalkan jejak.

 

~Thanks aa untuk perjalanan Lima Hari ini~

Still Love You

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s