PERBEDAAN BACKPACKER, SOLO TRAVELER, DAN CONVENTIONAL TRAVELER

Backpacker

635690747423182570-374121281_backpackers_on_clif

Backpacker, identik dengan Ransel Besar

Apakah Anda merasa bawa tas gedhe, terus udah jadi seorang backpacker? Atau Anda bawa tas besar, jalan-jalan ke Bandung, misalnya, terus disana pergi ke Mall, shopping, pulang-pulang, cerita ke temen-temen: ”aku habis backpacker-an ke Bandung, lho..” Dan temen-temen pun ngrasa “waow” dengan cerita Anda. Tapi tunggu dulu, apa sih, sebenarnya backpacker itu? Mari kita lihat sedikit ulasannya di Wikipedia.

Backpacking is a form of low-cost, independent international travel. It includes the use of a backpack or other luggage that is easily carried for long distances or long periods of time; the use of public transport; inexpensive lodging such as youth hostels; a longer duration to the trip when compared with conventional vacations; and an interest in meeting the locals as well as seeing the sights. They also have less money to spend on hotels or private vehicles. It may include wilderness adventures or be limited to travel within settled areas.

Dari cuplikan tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa aktifitas backpacking adalah melakukan perjalanan dengan menggunakan biaya rendah, antara lain dengan memakai ransel yang gampang dibawa (daripada nyeret koper, bawa 3 tas gedhe, dsb.) untuk suatu waktu dan jarak tertentu. Perjalanan itu dilakukan pake transportasi publik, menginap di wisma/penginapan, dan untuk bertemu dengan orang lokal di daerah yang dituju, sehingga semuanya menghindarkan dari perjalanan yang mahal, dan dapat merasakan petualangan yang “liar”.

Jadi menurut saya itu backpacker adalah orang yang suka jalan-jalan, dengan mau bersusah payah merencanakan trip, survei lokasi (lewat Googling, tanya temen/forum) untuk mengunjungi suatu tempat wisata/daerah, dengan menggunakan biaya dan bawaan yang minimal. Gratis malah lebih baik. Hehe… Apa akibatnya? Para backpacker, mau menginap di tempat yang “biasa saja”, tidak mewah, asal bisa tidur. Bahkan mungkin tidur di tempat umum yang diperbolehkan. Kalo di luar negeri malah kadang ada yang tidur di stasiun kereta, pake sleeping bag, dan terkadang diusir petugas keamanan. Bawaannya pun dimaksimalkan di ransel, yang mudah dibawa kemana-mana. Maka dari itu disebut backpacker (ransel punggung).

backpackers-hostels  Backpacker-jobs

Terus? Mau bersusah payah nyari transportasi yang paling efektif, tidak menghabiskan banyak biaya, sehingga dapat lebih merasakan “esensi” travelling itu sendiri, nyari dan ganti-ganti angkot (kalo di Indonesia), cari motor trail untuk mengunjungi daerah terpencil.

Backpacker juga harus pintar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dengan daerah dan adat sekitar. Bahkan itu bisa dibilang wajib. Contohnya, lagi berkunjung ke daerah Papua, ke suku tertentu. Siapa tahu, dengan pintar bersosialisasi malah disuruh menginap di rumah kepala sukunya. Tentu lebih murah kan? Apalagi bisa merasakan “live” melihat suku itu melakukan aktivitas sehari-hari.

travel

Jadi pada intinya para backpacker merupakan seorang pejuang yang tangguh, pintar dalam menentukan budget, dapat bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik, serta pintar menentukan rencana perjalanannya dengan baik.

Solo Traveler

Kalo backpacker lebih menitikberatkan pada berjuang untuk mendapatkan low-cost trip, kalo Solo Traveler (menurut saya) lebih santai daripada itu. Solo Traveler adalah orang yang suka melakukan trip, journey, dengan biaya yang lebih “lega”. Mereka suka berjalan-jalan, tapi tidak terlalu memikirkan penghematan biaya sekecil mungkin. Bisa saja mereka menginap di hotel, tidak perlu susah payah menginap di stasiun, ataupun menyewa seorang guide untuk memandu wisata mereka, di daerah tertentu.

 

Solo Traveler ride a Bike

mihai_barbu_scotland

Namun, mereka memang memiliki passion untuk jalan-jalan, secara berkala merencanakan mengunjungi daerah tertentu, layaknya backpacker. Para Solo Traveler ingin merasakan berbagai budaya, berbagai lokasi yang belum pernah mereka kunjungi, ingin merasakan keindahan tempat tertentu di suatu negara. Bahkan untuk suatu keindahan dan kepuasan, para solo traveler terkadang rela mengeluarkan cost lebih, misalnya di Maluku ada air terjun, yang agak sulit dijangkau. Mereka pun rela mengeluarkan biaya untuk menyewa kapal, walaupun hanya menyewa sendiri, tidak menyewa patungan dengan orang lain.

Solo Traveler, tidak harus sendiri

traveling-couple-transportation-sets-vector-illustration-40287487

Jadi, perbedaan utama dari backpacker dan solo traveler adalah antara low-cost trip sama relief-cost trip (perjalanan dengan budget yang lebih lega). Tapi walaupun namanya solo traveler dan backpacker, ga mesti harus melakukan perjalanan seorang diri ya, ada kalanya berdua, bertiga, asal ga satu rombongan bis aja. Hehe..

Conventional Traveler

Tourism is travel for recreational, leisure, or business purposes. The World Tourism Organization defines tourists as people “traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes”

Traveler or traveller commonly refers to one who travels, especially to distant lands.

Nah, kalo conventional traveler, atau bahasa Indonesianya wisatawan lah, ya, adalah orang yang melakukan perjalanan, hanya sebatas rekreasi saja, kepentingan bisnis, atau keperluan tertentu. Mereka tidak merencanakan perjalan yang mereka lakukan, sedetail, dan secermat backpacker, atau sangat ingin melancong ke daerah tertentu layaknya Solo Traveler. Pada umunya mereka hanya melakukan perjalanan untuk bersenang-senang saja, tanpa memiliki passion tertentu untuk merasakan keragaman budaya, atau keindahan daerah.

 

Contohnya, saat seseorang penat dengan aktivitas kampus, atau pekerjaan di kantor. Saat weekend, mereka akan melakukan refreshing ke pantai, menghirup udara segar di gunung, atau mengajak keluarga ke kebun binatang. Tidak perlu banyak perencanaan, menghitung detil biaya yang dikeluarkan, atau bingung memilih transportasi. Cukup tentukan tujuan, menyewa mobil, mengajak teman, menyiapkan bekal, berangkat deh. Seperti itu.

 

Jalan-jalan di Akhir Pekan

Jadi, sudah tau kan, perbedaan antara backpacker, solo traveler, dan conventional traveler. Ketiganya dibedakan oleh budget, tujuan, dan passion saat melakukan travelling. Oh iya, jika Anda suka melakukan traveling, tipe manapun Anda, jangan lupa ya, untuk melakukan tips berikut:

Talk to Strangers

Usahakan selalu berkomunikasi dengan warga sekitar, untuk bertanya lokasi atau menjalin persaudaraan. Melakukan itu tidak ada salahnya, malah banyak menguntungkan kita.

Respecting Local Cultures

Selalu hormati budaya dan adat istiadat daerah yang dikunjungi. Jika tidak, bisa menimbulkan bahaya bagi kita.

Always Look Confident

Jangan terlihat seperti “orang hilang”. Salah-salah, kita bisa jadi korban penipuan.

Documenting Your Trip

Dokumentasikan perjalanan Anda, terutama melalui foto. “foto dapat berbicara”. Begitu kata orang-orang. Kalau perlu, Anda catat, tulis betapa menyenangkannya perjalanan Anda. Share perjalanan Anda kepada teman atau orang lain, dengan begitu, kita bisa berbagi kebahagiaan dan menambah teman.

 

Hiking Perdana Bagi Pemula (Persiapan)

olahraga-saat-berpuasa 10-perlengkapan-mendaki-individu1

Hiking alias naik gunung akan saya bahas di post ini. Mengapa saya tiba-tiba membahas soal hiking ? karena oh karena saya juga punya rencana untuk hiking perdana di akhir januari 2015. Dari semua story trip saya ibarat kata masih tahap nge’trip cantik baik yang bersifat semi backpacker bahkan backpacker totally, explore city sudah pernah, nyelam dilautan sudah pernah, ngebolang hingga nge’gembel di luar negeri sudah pernah juga *hehee, naaah saatnya trip yang bersifat lebih memacu adrenalin yaitu naik gunung.

Jika kamu juga sama halnya dengan saya yaitu belum pernah hiking sebelumnya and punya rencana pengen naik gunung dengan pasang mode mupeng pake BGT, kamu bisa ikuti beberapa tahap persiapan hiking perdana ala2 rara berikut :

  1. Persiapan Fisik

Well..hiking bukan untuk main-main atau uji coba-cobaan and pamer foto ala2 kamu sampai puncak. So catatan penting buat kamu sebelum naik gunung yaitu kamu harus prepare fisik kamu dengan baik, karena saat naik gunung akan terjadi perubahan metabolisme tubuh seperti penumpukan asam laktat yang membuat badan pegal, jantung yang berdegup lebih kencang, dsb. Selain itu perubahan lingkungan seperti perubahan kerapatan oksigen dan penurunan suhu udara karena ketinggian, terbatasnya ketersediaan air minum, dsb.

Supaya badan kamu tidak terlalu kaget dengan perubahan metabolisme tubuh serta perubahan lingkungan saat naik gunung maka kamu harus ber-olahraga lebih intensif dari hari-hari sebelumnya. Bagaimana yang gak pernah olahraga sebelumnya ra? naah sama seperti rara, saya juga jarang banget olahraga. Persiapan fisik saya antara lain budayakan jalan kaki ke kantor (jarak kos-kantor saya cukup dekat jika rumah-kantor kamu jauh jangan lakukan tips ini), naik turun tangga saat dikantor (dikantor saya memang cuma ada tangga jadi bersyukur bisa buat olahraga ringan meski cuma sampai lantai 3 :P), olahraga 2x seminggu yaitu lari dan berenang (fokus : mulai awal januari..hehe). Itu beberapa latian fisik ala rara, kamu bisa melakukan latian fisik yang lebih cocok untuk kamu sebagai contoh jalan atau joging dengan jarak tempuh yang ditingkatkan setiap berlatih, sit-up, push-up, renang, naik-turun tangga, dan ditutup dengan gerakan pendinginan.

Persiapan fisik untuk hiking paling ideal adalah sebulan sebelum hiking dan minimal 2 minggu sebelum hiking, semakin panjang masa persiapan fisik kamu akan semakin baik. Selain berolahraga, pola makan dan pola tidur juga harus dijaga sebelum berangkat.

 

  1. Persiapan Perlengkapan dan lain-lain

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN PRIBADI      
1 Cerriel
2 Sleeping Bag
3 Jacket
4 Jas Hujan/Ponco
5 Sepatu Gunung
6 Sandal Gunung
7 Perlengkapan Shalat
8 Kaos Kaki
9 Sarung Tangan
10 Shyal/Masker/Slayer
11 Pakaian Ganti (Celana/Baju/Daleman)
12 Tempat Makan/Tempat Minum/Sendok/Garpu
13 Tracking Pool
14 Trashbag
15 Daily Pack
16 KTP/ATM/Dompet
17 Kamera/Handphone
18 Jam Tangan
19 Kacamata
20 Senter/Headlamp
21 Pisau/Cutter/Gunting
22 Kertas/Spidol  (Tidak Untuk Vandalisme)
         

 

Untuk perlengkapan pribadi di atas adalah perlengkapan dasar yang biasa saya bawa saat melakukan perjalanan ke Pantai, Gunung ataupun berjalan-jalan di kota orang. Masih banyak perlengkapan yang belum saya sebutkan, intinya perlengkapan yang harus dibawa harus sesuai dengan medan yang akan dilalui saat melakukan perjalanan. Jangan sampai kita salah bawa perlengkapan yang pada akhirnya Cuma berat-beratin atau bisa terjadi yang tidak diinginkan. Cari Informasi seakurat mungkin tentang tempat yang akan di tuju sebelum melakukan perjalanan. Keep safety ya kawan..!!

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN KELOMPOK      
23 Tenda
24 Matras
25 Flysheet
26 Trangia
27 Nesting
         

Untuk perlengkapan kelompok sebaiknya diskusikan dengan team perjalanan kamu. Kalian bisa saling melengkapi satu sama lain. Jika kita berada dalam kondisi tidak ada satu pun yang memiliki suatu barang. Kalian bisa merencanakan untuk meminjam, menyewa atau membeli dengan sharing cost.

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN BERSIH – BERSIH
28 Sabun Cair (Tidak untuk Mandi Di Gunung)
29 Shampoo  (Tidak untuk Mandi Di Gunung)
30 Pasta Gigi
31 Sikat Gigi
32 Rexona
33 Handy Clean
34 Hand Body
35 Tissue Basah
36 Tissue Kering
         

 

Menurut saya perlengkapan bersih-bersih yang saya tulis semuanya sangat penting untuk saya. Owh iya, buat hiking please kalian jangan pake minyak wangi yang akan mengganggu pendaki lain. Udara di gunung lebih asri dari pada minyak wangi yang kalian pakai. Rexona ajah yang di pakai, yang merasa punya harum keringat yang dapat menggangu pendaki lain (dianjurkan ya). Dan untuk sabun cair atau sabun apapun yang dapat mencemari air di Gunung, kalian ga usah pakai ya di atas. Karena air yang ada biasanya untuk wudlu, masak dan minum dsb yang lebih penting untuk bertahan hidup. Hahaha (Ga usah sok kecakepan  ye…!).

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  LOGISTIC
37 Permen
38 Snack
39 Biskuit
40 Roti
41 Susu/Kopi/Jahe/Energen
42 Coklat
43 Madu
44 Mie Instan
45 Sosis/Baso/Sarden/Kornet
46 Beras
47 Minyak Goreng
48 Garam/Gula/Saos/Kecap/Sambal/Cabe/Bawang Putih&Merah
49 Spirtus/Gas      
         

 

Daftar logistik yang aku cantumkan yang biasa dibawa saat pendakian. Dan itu semua sesuai selera masing-masing kok. Dan Logistic yang dibawa harus sesuai yang dibutuhkan sangat penting jangan sampai kekurangan logistic di gunung BAHAYA !! . Satu lagi pesan dari pendaki amatiran seperti saya : Bawa sampah mu turun kembali, Jangan rusak tempat main kami. Karena bukan kamu ajah yang menikmati, tapi genarasi-genarasi baru juga ingin menikmati nanti. JANGAN EGOIS…!!

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  OBAT – OBATAN
50 Promag
51 Diapet
52 Panadol
53 Ponstan
54 Antimo
55 Tolak angin
56 Komiks
57 Conterpan
58 Salonpas
59 Balsem
60 Minyak Kayu Putih
61 Hansaplast
62 Alkohol
63 Kapas
64 Betadine
65 Perban
         
  PERLENGKAPAN PENTING GUE      
66 Make Up (Tidak di Pakai Di Gunung)
67 Parfume (Tidak Dipakai Di Gunung)
68 Pantyliner/Pembalut (Buat Jaga-jaga)
         

 

Untuk obat-obatan yang saya tulis di atas biasanya untuk jaga-jaga, karena kita ga akan tau apa yang akan terjadi nanti disana. Kita lebih tau kondisi diri kita masing-masing yaa. Usahakan jangan sampai menyusahkan orang lain. Please antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Take care Guys !! Keselamatan anda lebih penting !! SEMANGAT MELAKUKAN PERJALANAN !!

 

Sekian masukan dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung atau membuat adver tidak berkenan. Tujuan saya kali ini untuk share dan tetap mengingatkan. Masih dalam belajar menulis, pelancong + backpacker amtiran. Jika ada yang kurang mohon masukannya. Terima Kasih.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s