Trip Ujung Genteng Part I (25 – 26 Oktober 2015)

Ini ceritanya sih mau inget-inget perjalanan yang telah silam di tanggal 25 Oktober 2014. Ini aadalahTrip komunitas Motor Naga Air Cijantung, gue di ajak sahabat gue Aline. Perjalanan dilakukan oleh 13 Motor kurang lebih 25 Orang. Lumayan Rame kan… Dan ini Trip pertama gue ke Ujung Genteng, dulu sempet mupeng sangadh ke sini tapi berhubung jauh dan belum ada barengan, Ujung Genteng menjadi mimpi yang terabaikan. Dan sekarang gue akan mewujudkannya. Mau tau gimana cerita perjalanan gue? Chek it Out…

Niatnya kita mau berangkat pukul 06.00 Wib, karena Aline jemput gue yang belum siap. Dan gue sangka trip ini ga jadi. Al hasil akibat gue perjalanan ini Ngaret ±1 jam. Hehehe I’m Sorry sangadh All J. Sebelum berangkat ada pengarahan terlebih dahulu dari Ketu or kepala Trip inilah yah namanya Iwan kalo ga salah (Lupa..!). Ditentukan dimana titik awal pengisian bensin, dsb (males mikir karna lupa..haha) lalu dilanjutkan dengan berdo’a.

.Bismillahirahmanirahim.

Perjalanan baru dimulai, Semangat asek asek Jossh.. 😀 . Pertama kita berhenti di SPBU sekitaran Cimanggis untuk mengisi bensin. Dan pemberhentian kedua di SPBU sekitaran Tajur kita berheenti bukan untuk isi bensin melainkan mengisi tas kita dengan cemilan-cemilan dan air minum. Seperti biasa kalo udah berhenti ga jauh” dari candaan yang membakar semangat bersama dan membuat kita lupa kalo perjalanan yang kita tempuh masih sangat-sangat jauh.

Joke on the Road to be continue broh…! waktunya melanjutkan perjalanan kembali. Di pintu keluar Tol Ciawi kita mulai terpisah karena terjebak macet. Tidak jauh dari perempatan ciawi kita menunggu yang tertinggal sampai team lengkap. Setelah lengkap kita melanjutkan perjalanan kembali menuju Cibadak. Sebelum memasuki Hutan Cibadak, Kita isi bensin kembali. Maklum motor kita laen” ada yg boros ada juga yg super irit… hehe. Yang boros please ganti baru donk :p. Haha

Ceritanya motor yang gue kendarain sama aline full saat berada di pertigaan menuju jalanan ke arah Ujung Genteng tepatnya di daerah Pelabuhan Ratu. Tapi ternyata mblo, motor kita boros binggo, belum setengah perjalanan dari Pelabuhan Ratu amunisi abis. Karena ga akan ketemu pom bensin disekitaran, secara Cuma ada jurang, hutan, rumah penduduk yang bisa dihitung, kita memutuskan mengisi bensin eceran.  Disini kita ada yang berhenti untuk membeli makan juga. Dan perjalanan kita lanjutkan… Semangadh kakaa… J.

Supaya ga boring-boring amat sama jalanan, nih jalanan tracknya mantap brohh, Tikungannya ancuurrr nukik banget mblo… wajib di abadikan kebersamaan kita dijalan ini. Yang kita lakukan adalah jalan santaii tapi pasti sampai dengan selamat ..Insya Allah, Amin.. Kamera Action..CizzZZz… :p .

Dan sedikit norak gue sesampai di Perkebunan Teh yang kita lewati.. “Baru tahu, ternyata ada kebun teh selain Puncak tempat hang out gue tiap minggu!” L. Meskipun waktu hampir menuju siang bolong, di perkebunan teh gue ga merasakan panas walau matahari sedang terik-teriknya. Ohhh…sejuknya… Pengen Istirahat disini, tapi waktu terus saja berjalan… Jalanan aspal halus tanpa lobang ini juga membuat kita ga mau kita lewati begitu saja… dengan kecepatan 80km/jam hajar broh… hehehe

Adzan Zuhur berkumandang dan kita sudah keluar dari jalan penuh hutan dan jurang, sekarang kita sudah berada di daerah sudah padat penduduk. ±1½ lagi kita sampai ditempat tujuan. Tapi kita singgah terlebih dahulu di ssebuah musolah untuk menunaikan kewajiban kita. Sekitar 1 jam kita di musolah ini, untuk bersih-bersih, dan istirahat. Lalu melanjutkan perjalanan kembali. Kita isi amunisi motor di SPBU sekitarnya setelah itu melanjutkan perjalanan kembali.

Setelah memasuki Gerbang Selamat datang di Wisata Pantai Ujung Genteng, Gue dan Aline mengalami kecelakaan parah. Saat itu aline yang mengendari motornya, karena jalanannya yang bagus, mulus melenakan kita. Dengan kecepatan ±70km/jam dengan tikungan tajam, kita ga tau kalo tikungan yang akan kita lewati turunan bersamaan dengan tikungan. Dan dari arah sebaliknya ada seorang bapak mengeendarai motor dengan gerobak es dibelakangnya dengan kecepatan yang sama. Entahlah disana kita saaling menyerempet seketika gue jatuh dari motor dengan seketika kaki mati rasa. Gue kira kaki gue udah ga ada, sumpah mata gue ga mau melihat keadaan saat itu, suara warga dan temen” yang lain terdengar terutama Aline dengan suara ke-khawatirannya. Air mata gue mengalir begitu ajah. Tubuh gue digotong ke pinggiran jalan, dan gue mulai merasakan sakit pada kaki gue, disitu gue mulai berani membuka mata. Gue berharap kecelakaan ini hanya mimpi, tapi setelah membuka mata “This is Real, rasa sakit pun kenyataan. Warga sekitaran mengerumuni kami, satu per satu teman kita pun kumpul. Tukang Es minta ganti rugi atas gerobak esnya. Dan warga membantu dia, sedangkan kita juga minta ganti rugi atas luka kaki yang kita alami. Hasil mufakat tukang es kita ganti 200rb, karena kita tahu gerobak es mata pencahariannya meskipun dengan berat hati kita tersudutkan seolah kita yang salah, padahal kondisinya keduanya juga dengan kecepatan yang sama.

Semangat untuk menikmati keindahan pantai Ujung Genteng pun tidak memudar dengan tragedi tadi, Dengan kaki yang sakit banget gue menikmati indahnya view parapan Sapi yang berbukit-bukit dan menghijau sejauh mata memandang. Sesampainya terlihat pantai, semua sedang menunggu kita. Disebuah pos kita dipaksa untuk diurut dengan penutup seadanya, gue dan aline di urut dengan ibu-ibu setengah tua tapi tenaganya sumpah karna kaki gue yang lagi sakit atau tenaganya yg kuat bikin kaki gue makin sakit. Kaki gue bengkak dan luka-luka. Please Enough…! secara gue ga pernah mau di urut, dan sekarang gue merasakan urutan itu..Akhirnya..Ihh… gue dan Aline diurut bergantian setelah gue baru aline dilanjutkan.

Dan gue harus menikmati trip ini, udah sejauh ini masa gue kalah sama rasa sakit inih. Hari semakin sore sampai dipenginapan ±Pukul 17.00 Wib. Seharusnya sampai disini dengan perjalanan lambat kita sampai Pukul 15.00 Wib.. Ngaret 2 jam gapapah ye…!

Welcome to Ujung Genteng Beach All… Sunset menghampiri, Langit sudah menampakan keindahannya, Matahari bercermin pada Pantai… Playing on the Beach Bro… Perih luka-luka di kaki ini, Gue tahan men… Ini Indah..!!haha

Karena terlalu sore sampai, kita lebih memilih menikmati pantai di kala sunset didepan penginapan lalu kembali untuk beristirahat. Kita tidak menyempatkan diri ke Penangkaran Penyu sore ini, mungkin esok pagi sebelum kembali ke Jakarta, untuk sekedar tahu bukan untuk melihat pelepasan penyu ke laut lepas. Next mungkin bisa kesini lagih…

Love It, Love It – Sunset at Ujung Genteng Beach

Semakin malam semakin dingin inih broh… Ga boong, Ciusaann..!! Maksa bobo meski ga bisa bobo, yang cowo mah pada nge-ronda maen kartu sampai pagi.

Morning Guys..!! Are you ready to swim on the beach??? I like it so much…yuhuu (walau kenyataannya ga bisa berenang..hehe J). Setelah bermain air kita bersih-bersih dan menyempatkan diri mengunjungi penangkaran penyu. Mengucapkan Hello ke para penyu..hihi lalu menikmati pantai pasir putih sejauh mata memandang dengan suara deru ombak memecah sebelum sampai di tepi. Beautiful View…Love it.. Aku pasti akan datang kembali, jika diberi kesempatan.. J ..Amin..

Setelah ini, kita come back to Jakartha.. dengan melewati jalan yang sama, tetapi setelah pelabuhan ratu kita tidak melewati jalur Cibadak melainkan melewati Jalur Cikidang yang terkenal tracknya yang curam, tikungan yang mematikan dengan banyak view hutan pinus.

Sampailah kita di rumah ±Pukul 19.00 Wib

Pelajaran kali ini : Harus lebih hati” untuk perjalanan berikutnya

Thanks Kaka Aline & Komunitas Motor Naga Air yang makin solid (lebarkan sayap kalian ye bro..!)

b b

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s