Pendakian Gunung Gede Part II

Pendakian Gunung Gede Part II
Edisi CoupleHike with My bestfriend /My Brother
Tanggal 6 – 7 Desember 2014

Mt. Gede

Hai Ho Adver, kali ini gue akan bersemangat menceritakan perjalanan kedua menuju Puncak Gede. Rencana perjalanan sebelumnya setelah idul Fitri tahun 2014, Tapi engga jadi karena ada hal-hal yang membuat kita berdua ga yakin untuk pergi bersama.Okeh Fiks waktu itu mungkin ga jadi, tapi sekarang pasti jadi.

Perjalanan kali ini ga begitu ribet untuk packing dari jauh-jauh hari.Cukup hari H langsung tancap.Karena kita melakukan perjalanan ini hanya satu hari satu malam.Dari Sabtu malam tanggal 6 Desember 2014 sampai dengan Minggu Malam tanggal 7 Desember 2014.Karna temen gue ini harus kerja di hari Sabtu setengah hari, mangkanya kita ga punya waktu lama untuk menikmati kebersamaan dalam perjalanan.

Pertama, Yuk kenalan sama teman seperjalanan gue yang akan menemani gue selama perjalanan berlangsung yaitu adik gue yang bernama Yofan. Entahlah dari mana adik gue berasal yang jelas dia cukup asik buat di ajak cerita (curhat), dan kali ini gue akan nyoba jalan bareng, apakah dia akan lebih asik dari sebelumnya??

Sebenernya gue mau ceritain siapa yofan?bagaimana yofan?darimana yofan? Tapi karena kali ini judul ceritanya Pendakian Gunung Gede, jadi lupakan pembahasan tentang yofan, kita focus pada cerita pendakiannya. Hahaha… (Kalo mau kenal yofan…email ajah ya (terjamin bebas pulsa)) 😀

Sabtu, 6 Desember 2014

Gue sebenarnya ragu dengan perjalanan kali ini, karena Yofan kerja. Kasian kan adik gue kudu bawa motor belum istirahat maksimal setelah kerja. Apalagi hari ini turun hujan… (Khawatir Bingits)Tapi kita udah sepakat kalau perjalanan kali ini wajib, kudu jadi. Yahhh… No comment lah yaa, semoga perjalanan kali ini membuat kita tambah dekat, tambah saling memahami, mengerti satu samalain dan kita bisa having Fun.

Gue ga tau pasti Yofan berangkat dari Bekasi rumahnya ke Cijantung rumah gue jam berapa?dan berapa lama? . Yang penting Yofan sampe di rumah gue dengan kondisi selamat Tepat pukul 21.30 Wib.Muka letihnya ga bisa diboongin.Motor, Sandal & Celananya kotor karena cipratan air dijalan.Maaf yaa de ngerepotin, untuk perjalanan berikutnya kita ketemuan dimana gituh yang sama2 dekat terus langsung berangkat ajah dehh. 😀

Gue hebring banget dengan kedatangan Yofan, perasaan seneng, bingung, aneh, ga nyangka bercampur aduk jadi satu. Ahhhh… Payah hati wanita tetaplah wanita meskipun terlihat tangguh saat pendakian alias LEBAYYYY.Menunggu Yofan bersih-bersih, beristirahat, menghabiskan segelas teh hangat buatan nyokap gue, ngobrol-ngobrol sebentar.Tidak lama kemudian kita memutuskan pamit untuk berangkat. Asiiikkkk… 😀

Kita naek motor menuju Cibodas, melwati jalan utama yaitu Jalan Raya Bogor. Sepanjang perjalanan sepi banget karena gue emang orangnya ga seru bin pendiem sangadh (iya ga de?? *sambilnyengir 😀 ). Hahaha… Malam semakin Larut udara juga semakin dingin, Dan untungnya jalur puncak lancar. Sepanjang Jalan perkebunan teh, sumpah ga boong dingin banget bro… gue yang udah berpakaian rapet ajah masih berasa di tulang dinginnya… L Sepertinya gue Lebay lagih deh, secara adik gue biasa-biasa ajah tuh engga kerasa dingin -_- .

Setelah melewati perkebunan teh, kita mencari warung-warung semi persinggahan sementara, karena adik gue laperrr belum makan. Abis diabilang gue lebay mulu sihh, jadi gue ga kasih makan di rumah deh… :p Kita singgah di warung kecil, yang ada hanya kita berdua ajah pengunjungnya. Mungkin karena hari sudah tengah malam, jadi sepi.

Yofan memesan dua gelas teh manis panas dan satu mangkok mie rebus pake telor untuk dirinya sendiri yang udah laper banget katanya. Warung ini lumayan buat istirahat sambil menunggu pagi tiba. View dibalik warung terlihat Gunung menjulang tinggi, dibawahnya terdapat persawahan warga dan dibawah sebelah kiri terlihat seperti sebuah kampung atau perumahan yang cahaya lampunya mngindahkan bagi yang memangdangnya. Ahhhh, dalam sekejap dingin terlupakan dengan view dan segelas teh panas ku dekap dengan kedua telapak tangan. Sedangkan Yofan sibuk dengan Mie, lalu sibuk dengan sebatang rokoknya kemudian tetap masih sibuk dengan handphonenya (Sepertinya dia lagih kangen bingits sama kekasihnya?resah, gundah, gulana tuh sepertinya :p *sotoy).

Niat gue siih tidur, tapi kok mata ga bias merem?Malahan makin berasa dinginnya. Ya sudahlah gue nikmatin sendiri nih dingin sambil maksa tidur nih mata. Eeeehhh, gue liat adik gue malahan udah tidur nyenyak. Ini nih, penyakit gue di gunung yaitu kedinginan meskipun udah pake jaket dan sleeping bag, lalu ga bias tidur pula.

Waktu sudah menunjukan pukul 04.00 Wib, dua orang pengunjung datang untuk singgah.Yofan pun akhirnya terbangun, Cuma menoleh kearah dua orang itu, lalu tidur kembali. Ehmmmm… bagus banget nih anak!! Gue ambil handphone, gue ambil headset, gue mulai putar dari lagu Taylor Swift – Back to December dengan volume maximal. (maksud gue supaya ga bête dengerin tuh orang berdua yang lagi ngobrol L ).

Satu Jam berlalu sekarang menunjukan pukul 05.00 Wib, Pada akhirnya Yofan terbangun dan sadar kalau perjalanan kita masih jauh. Memesan segelas teh manis panas lalu bergegas ke toilet. Kemudian Yofan packing lagi, Yuk kita jalan mbro!!

Ternyata udara masih dingin, tubuh Yofan menggigil saat mengendarai motornya.Sepertinya dia merasakan udara pagi ini lebih dingin dari tadi malam. Kalau gue sihhh BIASA AJAH !! *belagu Hahahah :p

Beberapa lama kemudian kita sampai di kawasan cibodas, tujuan awal gue yaitu mampir ke base camp mang idi untuk istirahat dan beli makan untuk di perjalanan saat mendaki. Seperti biasa, gue pesen telor dadar. Telor dadar disini mengingatkan gue pada seseorang, yang tau banget kalau gue suka sama yang namanya telor. Ahhh..lupakan dia !! gue kembali kesini untuk menghapus jejak yang pernah kita tinggalkan bersama dengan menggantinya dengan jejak yang baru. Semoga dia selalu dalam keadaan berbahagia… amin

Saat itu base camp ramai, ruang peristirahatan penuh dengan para pendaki dan pelancong kaya gue.Hahhhh 😮 ?? kaya loe?? Situ okehhh?? 😀 Parkir motormya juga penuh tepat di depan base camp, memaksa adik gue untuk parkir di tempat lain. Semoga Aman… J Kita titipkan helm dan sleeping bag karna tidak di perlukan di atas.Setelah itu kita tancap menuju pintu masuk untuk membeli ticket.Tapi ternayata kita ga dapet tiket, cukup di catat namanya dan berapa orang yg masuk.

SELAMAT DATANG DI GUNUNG GEDE, SELAMAT MENEMPUH PERJUANGAN !!!

Bismillah…
Menyusuri jalan anak tangga dan bebatuan, sesekali gerimis datang membuat kita panic dan dengan sekejap hilang membuat kita serba salah. Nafas gue terengah-engah seperti baru pertama kali mendaki tepatnya seperti waktu pertama kali gue mendaki gunung Papandayan. Ga heran juga sii, Mungkin karena pendakian kali ini adalah pendakian yang pertama di tahun 2014 . Semoga Allah SWT terus kali memberi kesempatan untuk kita untuk menikmati keindahan yang Ia ciptakan untuk kita rasakan. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Amin

Sampailah pada pertigaan menuju Gunung Gede Pangrango dan Curug, Dan kalian pasti udah tahu kalo di pertigaan ini ada Pos Peristirahatan, kita memutuskan istirahat dan meyakinkan diri kita kemana kaki ini akan melangkah setelah ini, ke Gunung Gede atau ke Curug??Entah darimana bisikan di hati kami datang bersamaan memutuskan untuk mengunjungi Gunung gede.Berarti perjalanan kita masih jauh setelah istirahat ini.

Sesuai kesepakatan sebelumnya, berhubung kita hanya punya waktu satu hari, kita memutuskan melangkah sampai semampu kita, kalo masih kuat lanjut sampai puncak Gede, kalau pun tidak kuat kita harus besar hati untuk turun kembali.Ini demi keselamatan kita.

Beribu-ribu langkah sudah kita lakukan, sudah ribuan detik kita bunuh bersama.Tidak satu orang pun disini kita lihat setelah pertigaan tadi. Membuat kita ragu akan tujuan yang kita buat, menyerah sebelum letih menerkam tubuh kita. Curiga?Apa pendakian bulan ini ditutup? Masa sih??tapi bisa jadi, buktinya belum terlihat satu orang pun di sekitar kita sepanjang setelah pertigaan tadi.

Kita mulai lapar, ragu-ragu masih terus melenakan langkah kita sehingga kita terlalu sering berhenti untuk beristirahat dan mulai menghabiskan makanan sedikit demi sedikit.Okeh…Fiks kita berencana makan bekal yang kita bawa di Curug Air Panas, dan di situh kita memastikan lagih mau lanjuti perjalanan atau kembali.Sesebentar Yofan memutar music di Handphonenya lalu mematikannya kembali karena takut batrai lowbath.

Tak…tak…takk… suara langkah terdengar, berhubung kita beristirahat di tikungan, kita pun menoleh mencari tahu langkah tersebut. Ternyata suara dua orang cowo sedang mendaki dengan gaya casualnya, ga pake ribet kaya pendaki yang nginep. Hanya berbekal tas kecil yg isinya ga banyak dan 1 unit kamera yang menggantung di leher salah satu cowo tersebut. Asiiik, sepertinya ada harapan menuju puncak, walaupun awan hitam bergantian berada di atas kita.

Yups, setelah melewati beberapa pos dan sampailah pada pos air panas, rasa lapar kami langsung sedikit hilang karena sangat semangat ingin menuju puncak.Dan semangat itu benar-benar menunda lapar.

Curug Air Panas Gunung Gede Pangrango

Kandang Badak

Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak disini, di tempat perkemahan para pendaki-pendaki membangun tendanya.Kami berdua berada diantara mereka yang sedang menikmati kebersamaan, ada yang sedang memasak, ada yang sedang bercanda, berbincang, packing…aaahh pokoknya banyak banget hal-hal yang berbeda-beda yang meraka lakukan.Kami hanya menggelar pelastik yang di bawa yofan berukuran kurang lebih setengah meter.Dan itu hanya muat untuk duduk kami berdua. Bukan duduk berdua, tapi Cuma untuk duduk aku dan tempat menaruh beberapa makanan yang akan kita makan. Apa pun makanannya yang penting kebersamaanya.

Hujan turun deras tiba-tiba memaksa gue untuk memakai jas ujan, sedangkan adik gue sedang ambil air di sumber air terdekat untuk persediaan kita nanti.Semua mata pendaki tertuju pada gue, kenapa??Ada masalah sama muka gue?? #grhhhh (mereka kira gue bolang kali?). Kita pun melanjutkan perjalanan kembali,

Melewati tanjakan setan untuk yang kedua kalinya dengan orang yang berbeda dan arah yang berbeda.Hujan semakin deras kabut pun turun, tidak menghentikan langkah kami berdua untuk tetap berjalan kedepan menaiki gundukan-gundukan tanah, bebatuan dan akar-akar yang licin yang seringkali membuat kami terjatuh karena ketidak hati-hatian kami.Air berwarna coklat dan sangat dingin mengalir pada jalur tracking.Bau Belerang sudah mulai tercium menandakan puncak sudah dekat dari keberadaan kami.

Puncak Gede

Puncak Mt. Gede

Tuhan, Kau ciptakan alam ini begitu indah untuk kami nikmati
semoga keindahan ini tidak melenakan kami penikmatnya
semoga keindahan ini membuat kami semakin mengingatkan akan Kuasa Mu

Tuhan, terima kasih untuk semua yang Kau berikan kepada kami
Termasuk hari ini, kesempatan ini, dan kebersamaan ini

Terima kasih juga Kau berikan Yofan di dalam kehidupanku
Semoga Yofan benar-benar menjadi teman yang baik
Teman yang setia,
Teman yang mempertanggung jawabkan semua janjinya

Tuhan, semoga aku menjadi teman yang baik untuk Yofan
Semoga aku benar-benar setia pada pertemanan kami ini,
Semoga aku dapat mempertanggung jawabkan semua janjiku

Tuhan, jika pertemanan kami menghalangkan kebahagiaan kami dengan yang lain,
Besarkan hati kami untuk menerima perpisahan untuk kebahagiaan yang lain
Tuhan, aku mohon selalu bahagiakan Yofan dengan pilihannya…

Jika, pilihanya salah maka jangan dekatkan dengan pilihannya, jangan biarkan dia memilih..
jika, pilihan yang salah merupakan pelajaran untuk dirinya, maka tuntun dia ya Allah
Semoga do’a ku untuknya menyertaiku juga…Amin

Pukul 13.00 Wib Sampai pada puncak, sampai juga puncak ke narsisan adik gue.Dia sibuk minta diphotoin kesana-kemari.Sebenernya gue juga gatel pengen narsis.Tapi, berhubung batrai kamera gue abis, kamera handphone gue ga terlalu canggih.Gue tahan daahhh narsisnya alias nebeng photo di kamera handphonenya adik gue. 😀

Ehhh, ada mas mas baik yang ngasih segelas susu panas. Pas banget Ujan-ujanan, kedinginan pula…. #seruputmantap mbro…

Kurang lebih pukul 14.00 Wib kami memutuskan untuk turun mengingat perjalanan kami yang masih jauh dan besok gue harus bangun pagi untuk kerja. Run run & run,,,buat yang pernah nanjak sama gue, pasti tau banget kalo gue ga bisa turun lama alias kudu lari, kalo lama pasti jatohlah, keseleolah, kepelesetlah. Ahhhh pokoknya merugikan kaki gue…

Sesampai tangga yang terbuat dari kayu terakhir, kaki gue terkilir… sumpah rasanya sakit banget.Gue tahan rasa sakitnya, gue tahan air mata gue, gue tahann sambil terus jalan.Ga perdui seberapa sakitnya gue, karena gue tau banget adik gue cape juga.Dan gue berusaha banget disetiap kali melakukan perjalanan tidak mau ada keluhan, diminimkanlah yaa.

Kami sampai di Base Camp Mang Idi sebelum maghrib, kami memutuskan untuk tidur sebentar dan bersih-bersih sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Gue kira sampai disitu ajah ceritanya yaa, cerita ini bertujuan hanya untuk mengabadikan moment yang sudah terjadi dan semoga akan terulang lagih dengan orang-orang yang lebih asik dan gila banget sama yang namanya kebebasan & alam. Buat mas bro dan mba bro yang pengen cobain couplehike, pertama-tama loe harus pastikan :

  1. Pastikan temen nanjak loe emang gila nanjak, asik dan sangat minim kemungkinan untuk bikin loe badmood di tengah hutan bro…! Masalahnya disini kita harus mengerti satu sama lain. Ga mau kan cerita perjalanan loe yang tadinya mau having fun, malah jadi gondok di hati doank.
  2. Kalian berdua itu pasti harus memiliki jiwa melindungi satu sama lain, dan mau dilindungi. Secara ya mas bro, loe Cuma berdua kalo bukan kalian berdua siapa lagi??pastinya Loe harus bikin temen nanjak loe merasa bahagia dan nyaman.
  3. Khususnya laki-laki, yang nanjak bareng cewe yaaa yang kaya gue ginih..:D , di gunung ituh kita sama bro, sama sama bakalan capek, sama sama bakalan kummel. So, kalo cewe yang nanjak khawatirin loe, bukan berarti cewe itu kuat dan menghilangkan harga diri loe sebagai laki-laki. Inget, karena kita cuma berdua. J
  4. Buat cewe atau cowo yang manja, Inget ini bukan pantai yang kerjanya Cuma santai-santai di pinggiran pantai. Keindahan yang akan kita capai ini butuh perjuangan… Kalo loe cuma mau nanjak bener2 santai, meningan couplehike ajah sama porter di jamin loe santai, sedikit membantu rasa capek loelahhh…

SIAPKAN WAKTU LO, SIAPKAN UANG LO, SIAPKAN FISIK LO, SIAPKAN DIRI LO MENUJU KEBEBASAN BRO…!! KEINDAHAN …!! KEBERSAMAAN …!!

Pesan buat semua pendaki dan yang baru mau nyoba mendaki termasuk diri gue sendiri :

STOP VANDALISME BRO… JANGAN RUSAK TEMPAT MAIN KITA…JANGAN RUSAK KEINDAHAN YANG SUDAH ADA…!!

Kalo cuma ingin mengabadikan moment nanjak loe, di SOSMED aja bro !!dari pada loe nyoret-nyoret yang sama ajah ngerusak. gue jamin loe dapet jempol banyak dari sesama pendaki di SOSMED,,, Kalau ada yang ga suka, biarkan saja karena semua orang bebas berpendapat…,

JANGAN BUANG SAMPAH DI GUNUNG !!!

Buat kita yang ga mampu membersihkan gunung, caranya gampang buat melakukan sesuatu bentuk rasa cinta kita kepada alam yaitu dengan membawa semua yang kita bawa naik, dibawa  turun kembali. That’s Enough, Karena alam ini untuk kita, kalo bukan kita yang menjaganya siapa lagihhh??

Mohon Maap Jika ada perkataan yang menyinggung, terima Kasih sudah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan comment yaa…  sampai bertemu di perjalanan berikutnya …

Keindahan itu terlihat tidak hanya pada saat cerah, tetapi keindahan itu tetap akan terlihat di waktu hujan, di waktu mendung bahkan setiap waktu tergantung kesyukuran kita.

Thanks God, Thanks Mom, Thanks Yofan, Thanks Nature of Mt. Gede & Thanks all

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s