Tertambat Kecantikan Ranu Kumbolo (1)

Tertambat Kecantikan Ranu Kumbolo (1)

(FOTO: Mehdia Naulifar) Ranu Kumbolo adalah nama sebuah danau yang terletak di dekat Gunung Semeru (Jawa Timur). Dalam Bahasa Jawa, ranu berarti danau, sementara kumbolo berarti berkumpul. Jadi secara harfiah Ranu Kumbolo berarti danau tempat berkumpul. Dalam kenyataannya memang Ranu Kumbolo menjadi tempat berkumpul para pendaki, baik pendaki yang hanya sampai di Ranu Kumbolo saja maupun pendaki yang menjadikan Ranu Kumbolo sebagai tempat singgah dalam rangka menuju puncak Gunung Semeru.

Biasanya gunung-gunung di Jawa mempunyai cerita mistis dan legenda, begitu juga Gunung Semeru. Para pendaki Semeru juga memiliki cerita di Ranu Kumbolo. Beberapa pernah mendengar suara gamelan jawa di tengah malam. Ada yang bercerita pernah melihat dan diganggu sosok mistik mirip wanita. Ada juga yang pernah kerasukan. Tapi semua itu ada sebabnya. Alam lain tidak akan mengganggu manusia jika kita tidak berbuat sesuatu yang buruk. Bisa jadi kita tidak merasa berbuat jelek padahal perbuatan itu jelek dan tidak disukai dunia lain.

Selain cerita mistis, Ranu Kumbolo juga memiliki legenda menarik. Legenda bermula dari seorang wanita hamil setelah memakan seekor ikan emas ajaib. Ketika melahirkan, ia bukannya melahirkan seorang anak manusia normal, tetapi malah sesosok yang mirip dengan ikan emas yang dimakannya sebelumnya. Anak itu diberi nama Kumbolo.

Kumbolo tumbuh seperti manusia, hanya saja tubuhnya penuh dengan sisik. Ia mahir berenang dan mempunyai tingkah laku yang mirip dengan ikan. Untuk mengobati tubuhnya agar tidak bersisik, Kumbolo mencari mutiara pelangi.

Mutiara tersebut didapatkannya dengan tidak mudah. Beberapa rintangan menghadangnya. Tapi toh pada akhirnya Kumbolo mendapatkan mutiara yang dimaksud. Ketika sedang dalam perjalanan turun dari puncak untuk membawa mutiara pulang, Kumbolo dicegat oleh tiga bocah nakal. Lokasi pencegatan itu adalah di pertengahan lereng gunung yang luasnya lebih dari 4 hektar –lokasi Ranu Kumbolo sekarang.

Mutiara pelangi jatuh dari pegangan Kumbolo. Tiba-tiba tanah luas yang kejatuhan mutiara pelangi tadi berubah menjadi sebuah danau yang berkilau indah dan Kumbolo keluar dari danau itu dengan tubuh yang sudah tidak bersisik lagi. Danau itulah yang kemudian dikenal dengan Ranu Kumbolo. Cerita rakyat ini banyak beredar di masyarakat dan dijadikan jawaban untuk menjelaskan asal-usul Ranu Kumbolo.

Danau yang terletak di ketinggian 2.400 mdpl ini tampak berkilau indah, dan semakin indah jika kita menikmatinya di saat matahari baru bersinar dengan kabut yang masih bergumul di sekitar danau. Tidak semua pendaki beruntung dapat melihat kabut semacam ini. Komposisi warna yang dibentuk oleh hijau rerumputan dan pepohonan yang menguning di saat musim kemarau membuat penikmatnya semakin bersyukur akan ciptaan Yang Maha Kuasa.

Saat kemarau, suhu Ranu Kumbolo bukannya menjadi hangat, tapi malah lebih dingin ketimbang musim hujan. Mendapati suhu di bawah 0°C adalah suatu hal yang biasa. Bisa juga kita mendapati tenda kita menghasilkan es di waktu subuh saking dinginnya.

Ranu Kumbolo menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Bagi pendaki pemula, sudah sampai sini saja sudah bangga. Pendaki yang sudah pernah ke Semeru juga tidak pernah bosan untuk mampir lagi ke Ranu Kumbolo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s