Suling Jagad Klayar

Foto/Oleh : Mehdia Nailufar. Kami berangkat pukul 22.00 WIB dari Surabaya menuju Pacitan yang terkenal dengan kota 1001 Gua. Ide awal saya dan kawan-kawan pergi ke kota ini sebenarnya berawal dari keisengan saya membolak-balik kalender kantor yang berisi foto-foto pemandangan alam di Indonesia pada waktu meeting di kantor. Salah satunya Pantai Klayar.

Segera saya mencari tahu soal pantai ini. Ternyata Pantai ini berada di Kabupaten Pacitan, perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada beberapa pantai di Kabupaten ini tiga di antaranya Pantai Srau, yang terkenal dengan pasir putih dan ombaknya, Pantai Watu Karung yang terletak di desa nelayan dan Pantai Klayar yang terkenal dengan sebutan Suling Jagad. Ketiga pantai ini ternyata lokasinya berurutan. Sebenarnya ada satu pantai lagi yaitu Pantai Buyutan, namun waktu itu saya, Ichant, Dodox, Made dan Ipin tidak kesampaian mengunjunginya karena keterbatasan waktu.

Perjalanan dari Surabaya ke Pacitan memakan waktu 7 jam. Kami menempuh jalur timur, dari Madiun-Ponorogo kemudian Pacitan. Dari Ponorogo ke Pacitan ini kami melewati tebing-tebing yang indah namun penuh dengan tikungan tajam. Sampai di kota Pacitan, kami melanjutkan perjalanan ke pantai-pantai dalam daftar tujuan. Pantai Srau adalah pantai terdekat dari pusat kota Pacitan, kurang lebih jaraknya 25 Km dari kota. Lebar jalan yang kecil dan naik turun tajam kami lewati untuk sampai ke tujuan.

Sampai di Pantai Srau, kami takjub dengan indahnya pantai ini. Pasirnya putih, bersih dengan perpaduan suara ombak serta desiran angin yang membuat kita terbawa suasana santai. Di sekeliling pantai ini banyak tanaman bakau berjajar rapi. Di Pantai ini tidak ada tarikan biaya untuk masuk. Di sini kami bertemu dengan warga yang mencari ikan-ikan dan kepiting kecil untuk dijual atau pun dikonsumsi sendiri. Ombak Pantai ini cukup pasang. Kami memutari lokasi pantai dan melewati jalan setapak untuk naik ke tebing. Dari sini Pantai Srau terlihat benar-benar indah.

Destinasi selanjutnya adalah Pantai Watu Karung, kira-kira 30 menit dari Pantai Srau. Sebelum masuk Pantai di Desa Nelayan ini kami membayar tiket masuk yang biayanya sukarela. Meskipun tidak seindah Pantai Srau, Watu Karung cukup menarik dijadikan jujukan.

Setelah itu kami beranjak ke tujuan utama kami yaitu Pantai Klayar, kurang lebih 45 menit dari Watu Karung. Pengunjung dikenakan biaya Rp 3.000 per orang untuk masuk. Belum sampai ke area parkir pantai, kami sudah disuguhi pemandangan Pantai Klayar dari atas yang membuat kita tercengang. Benar-benar Indah. Banyak batuan tebing besar berjajar di sekelilingnya, ada yang berbentuk seperti Sphinx.  Sebelum menjelajahi pantai ini, kami sempatkan makan dulu di area pantai. Tak perlu khawatir dengan menu dan harganya, di sana menjual beberapa menu umum dengan harga yang tidak menguras kantong seperti bakso, mie ayam, mie instan dan nasi campur.

Setelah kenyang, kami langsung menjelajahi Pantai Klayar. Di Pantai ini terdapat semburan-semburan vertikal dari deburan ombak di sela-sela karang di beberapa titik yang disebut sebagai Suling Jagad karena menyerupai seruling yang sedang ditiup. Mengagumkan ketika melihat fenomena tersebut. Melihat kondisi cukup aman, kami sempatkan bermain air di salah satu titik Suling Jagad ini. Belum puas sebenarnya seharian menjelajahi objek wisata di Pacitan, namun kami harus segera pulang karena esok hari harus kembali bekerja.

(backpackinmagazine*c)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s