Karimunjawa, Lebih Indah dari yang Dibayangkan (2)

Karimunjawa, Lebih Indah dari yang Dibayangkan (2)

Seakan-akan sinar mentari kemarin membius tubuh saya untuk datang melihatnya lagi keesokan paginya. Saya dan teman-teman sejak pagi betul sudah menunggu di pinggir laut, menanti pagi. Cukup lama kami menunggu, baru akhirnya mentari pagi yang terhalang bukit itu mulai memancarkan sinarnya.

Sayang hanya berupa sinar. Sosok mentarinya sendiri terhalang bukit. Tapi toh sinarnya itu sendiri cukup membius. Warnanya kemilau keemasan. Sungguh mengagumkan, membuat saya lebih senang untuk diam memandanginya, membuat hati kian damai.

Agenda hari ini begitu padat, kami harus segera meninggalkan sang mentari yang mempesona tersebut. Kami sempatkan main ke pasar Karimun Jawa untuk membeli jajanan. Walau hampir semua bahan makanan harus “impor” dari Jepara, tapi toh masih murah. Saya beli es jenang gempol hanya Rp. 1.500. Ada juga yang beli legendar plus pecel plus sate ikan 2 tusuk, itu semua hanya Rp. 5.000. Ini namanya sarapan murah meriah.

Kami buru-buru balik ke homestay, karena hari Minggu itu dan Senin besoknya kami akan keliling beberapa pulau. Ternyata ketika sudah dijalani benar-benar di luar ekspektasi. Bukan karena hal-hal negatif, tapi karena jauh lebih KEREN dari yang saya bayangkan! Sepertinya saya harus menyarankan semua orang untuk pergi ke Karimun Jawa.

Selama 2 hari itu, ada 6 pulau yang kami kunjungi. Hari pertama ke Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Kecil, dan Tanjung Gelam. Hari kedua ke Pulau Kecil, Pulau Tengah, dan Pulau Gosong, kemudian ke penangkaran ikan hiu!

Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya berwisata bawah air, dan saya langsung jatuh cinta! Kami snorkeling di lautan dangkal dekat Pulau Menjangan Kecil. Terumbu karang membuat saya terlena dengan keindahannya. Kamipun sempat memberi makan ikan-ikan yang memang biasanya banyak beredar di terumbu karang. Iya, memberi makan. Ini bukan memberi makan tulang ikan kepada kucing di rumah, atau memberi makan rusa seperti di Kebun Raya Bogor. Ini memberi makan ikan di laut!

Saya tidak tahu ikan apa itu namanya, tapi warna tubuhnya belang-belang. Lucu sekali. Mereka doyan roti tawar! Berenang di antara ribuan ikan itu rasanya seperti artis kelas dunia yang diberi ratusan lambaian tangan dari fansnya. Biasanya saya hanya melihat orang dikerumuni ikan laut di TV, tapi kali ini saya mengalaminya sendiri.

Pulau Cemara Kecil adalah tujuan kami berikutnya, yaitu untuk makan siang dan main di pantai. Pantainya bagus, landai, dan jernih. Hari itu selain kami, terdapat beberapa pengunjung lain. Mereka seperti kami, datang dari jauh untuk melihat indahnya tempat ini, luar Karimun Jawa juga. Dan tampaknya mereka juga beristirahat untuk makan siang di pulau ini sesudah mengarungi banyak pulau.

Yang menarik, saya menemukan bebatuan betebaran di tepi pantai. Ini bukan batu biasa, karena memiliki motif bunga. Kata Bang Kampret –betul, namanya kurang sedap didengar, tapi dia baik loh, dia adalah guide kami- itu adalah sejenis bintang laut. Yang tersisa hanyalah cangkangnya saja, ya batu bermotif bunga itu. Awalnya kami mengira kalau ini adalah batu yang diukir manual oleh manusia. Tekstur ukiran bunganya sangat natural. Dan tidak sulit menemukan bebatuan seperti ini di pantai. Karimun Jawa sungguh istimewa.

Setelah agak lama di Pulau Cemara Kecil, kami menuju Tanjung Gelam, ditemani ombak yang membesar. Awalnya takut, tapi agak terasa tenang karena adanya pelampung. Di sini kami snorkeling lagi. Air di sini agak keruh, tapi terumbu karangnya tetep membuat saya kehilangan kata-kata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s