PERJALANAN ±1.000KM (TEGAL, YOGYAKARTA, SLEMAN, DIENG, BANDUNG, PUNCAK)

Perjalanan ±1.000km (Tegal, Yogyakarta, Sleman, Dieng, Bandung, Puncak)

IMG-20160715-WA00471.jpg

Hailo Adver, Miss you over. Kangen cerita panjang lebar dengan kalian. Padahal banyak banget yang mau diceritain tentang perjalanan yang telah gue lakukan. Tapi kesempatan menulis semakin dikit. Karena banyak aktivitas yang menyita waktu gue seperti Kerja, kuliah, menyempatkan ngobrol sama nyokap & brotha setiap weeknd, silaturahmi dengan teman & sahabat, bersosialisasi ga penting, dan kabar baiknya buat gue sekarang ada jadwal malam mingguan dengan someone spesial “aa Dion” panggil ajah aa. Yes kali ini gue mau ceritakan perjalanan gue bersama aa (not aa gym/jimmy..hahaha).

Sebelumnya gue kenalin doi dulu ya, supaya kalian ada gambaran. Doi cowo yang katanya dulu waktu SMA jago basket, please iyain ajah..! doi lebih tua 2 tahun dari gue. Doi suka banget motoran, dia ketum (ketua umum) komunitas motor Pagoda Jakarta. Dan doi sekarang jadi member Xabre Owner Jakarta (XOJ). Sampai saat ini dia masih tetap baik dimata gue dan semoga dia akan selalu menjadi orang baik. Gue ketemu dia pertama kali pas komunitasnya ngadain Touring Motor ke Ujung Genteng, Sukabumi. Gue diajak temen gue yang temen dia juga. Sekian tentang Doi….

Dimulai dari bulan Ramadhan yang akan segera berakhir, dan menanti liburan yang akan segera tiba. Gue di ajak aa Touring Motor bersama temannya panggil ajah bang Aki. Dengan tujuan ke Yogyakarta kampungnya bang Aki. Berjalannya waktu, waktu liburan semakin dekat ternyata bang Aki Cuma hoaks mau touring. Bikin gue badmood karena gue udah ngebatalin banyak acara Cuma buat ikut mereka. Katanya disana lagi ada badai, halahhhh bilang ajah ga ngikut. Aa ikut-ikutan bilang ga jadi. Makin badmood, tapi aa ngasih planing lain yaitu ke Dieng. Gue kekeh minta sampai Jogja. Batu….!!hahaha Maap :p . Aa mengabulkan Yogya dan dieng… Yeah jalan-jalan… J.

Senin, 11 Juli 2016

Doi jemput gue jam 06.00 Wib, gue udah ready mempersiapkan apa-apa yang harus dibawa. Sambil menunggu gue pakai sepatu, aa memasukan satu per satu barang-barang gue ke box motor yang dibawanya (Miong). Setelah selesai keduanya, kita berdua pamit ke nyokap gue. Hati gue dag dig dug ga karuan, karna ini perjalanan jauh pertama gue menggunakan motor alias diboncenng. Bismillahirahmanirohim…

Cibubur – Cileungsi – Bekasi – Karawang – Cirebon – Brebes – Tegal.

Sesampai di SPBU daerah bekasi, doi ke ATM lalu isi bensin. Dilihat Miong sudah panas karna terusan di gas dari Cijantung lalu kita putuskan istirahat kurang lebih 15 menit. Setelah itu kita gas lagi tanpa berhenti. Jalanan yang kita lalui sangat mudah karena hanya lurus setelah tempat peristirahat. Disepanjang jalan gue melihat persawahan hijau berhektar-hektar bahkan sampai sejauh mata memandang. Langit biru dihiasi awan putih yang sealah berjalan melintasi langit. Cahaya matahari menyinari hingga menembus jacket yang kita pakai. Angin menghempas tubuh kita selama doi nge-gas.

Adzan Dzuhur berkumandang, tanda kita harus beristirahat kembali. Sudah terlalu lama kita dijalan. Tepat di SPBU dekat mall yang berada di Cirebon. Kita memutuskan untuk berhenti, aa mengisi amunisi alias isi bensin sedangkan gue bergegas kebelakang Circle-K / Musolah untuk solat. Tidak lama kemudian aa datang menghampiri untuk solat juga. Gue gabung solat Ashar di waktu dzuhur karena takut di sepanjang perjalanan tidak ketemu tempat solat, lagi pula perjalanan kita cukup Jauh. Allahualam diterimanya atau tidak… J.

Setelah solat kita packing again lalu nge-gas lagih. Sampai sejauh ini gue baru sadar kalau kita belum makan dari pagi. Kita baru cemil-cemil makanan yang gue bawa.

Selamat Datang Dikota Tegal kawan…! sebuah plang tanpa sadar memberi tahu posisi keberadaan kita. Ya kita telah sampai di Tegal, aa nanya mau makan apa?? Secara cuaca panas bangat rasanya pengen makan yang berkuah dan pedas. Gue minta bakso, yes bakso dengan saos botolan yang kata orang tidak menyehatkan. Whatever, gue mau nyoba :p .

IMG-20160724-WA0007.jpg

Rencanya aa mau mampir ke pekalongan tempat teman kantornya, sekalian kita bermalam disana. Secara perjalanan masih jauh banget. Tapi kita udah lelah terutama gue, tiba-tiba teman SMA aa ngabarin kalo rumahnya ga Jauh dari tempat kita makan Bakso. Okeh fiks, kita mampir kesana sekaligus numpang bermalam. Kita ketemuan di perempatan pacific mall. Yesss ketemu, nama dia mas Arum. So, Follow him now…! Lumayan Jauh dari tempat kita ketemuan, seolah kita kembali ke berebes. Yes, memang letak rumahnya diberebes …Jauhhh….lebih jauh cijantung L. Dari pada ga dapet tempat bermalam gratisann hiihihi (licik).

Langit mulai redup, sepertinya matahari akan mengumpat untuk sementara waktu, semburat senja menyingsing diperbatasan langit gue lihat dari kejauhan sementara jalan panjang menanti didepan mata. Sementara aa fokus mengikuti mas arum hingga sampai kerumahnya. Pukul 17.00 Wib kita sampai, disinilah kita menumpang memejamkan mata, merilexkan otot” yang kaku karena lama duduk, numpang membersihkan debu-debu keringat yang menempel dikulit, numpang mengisi perut yang sudah diisi tiba-tiba kosong padahal belum dibuang. Hingga pagi pun tiba, dengan sholat subuh yang kesiangan. I’m so sorry God L.

Selasa, 12 Juli 2016

Pagi semuanya, pagi juga aa kesayangan. Mari kita packing-packing lagi lalu sarapan dan berangkat kembali. Perjalanan kita lanjutkan melewati tengah yaitu Purwokerto sesuai dengan saran dari mas Arum dan Istri. Okeh kita Follow mas arum lagi sampai jalanan utama. Maklum, kita berada di ruang penuh lika-liku … ahay… J.

 

Perjalanan hari ini lebih sejuk melewati persawahan dan masih banyak pepohonan. Tertimbang hari kemarin “haredang” hihi. Sepertinya bensin mulai tiris kita masih berada di Songgom dan disini jarang ada SPBU, alhasil aa memutuskan untuk membeli bensin eceran disini. Dari margasari mulai padat merayap, mungkin karena arus balik hari raya atau memang karna ini jalan utama. Sampai dengan purwokerto lalu kebumen kita lewati Bangunan Tua Kalibogor, kita menyempatkan photo disini. Isi amunisi lagi istirahat sejenak cemal-cemil.

Lanjutkan perjalanan, setelah dari sinilah kita berdua mulai tersesat entah kemana, dengan maksudnya ikuti petunjuk arah alternatif ke Yogyakarta. Tapi sepertinya jalan membuat kita berputar-putar terus hingga tak kunjung sampai Yogyakarta. Tiba-tiba disepanjang jalan kita terus melihat penunjuk arah pantai. Gue mulai unmood, feeling ga bagus. Dan akhirnya Ngambek… di jalan purworejo – congot 😀 hihihi.

“Maafin aku ya aa, padahal aa capeknya lebih dari aku, tapi aku yang kayaknya merasa paling capek”. Owhh begini ya jalan sama pacar “Man to the Ja – Manja” hihi (Sayang aa, love you so much J). Dan akhirnya sampailah di daerah wates, mendekati yogyakarta. Menyesal sangat ngambek-ngambek kaya tadi.

Langit semakin meredup, aa semakin ngebut, gue semakin merasa bersalah sama aa. Adzan Maghrib berkumandang dan kita sudah berada di Yogyakarta. Alhamdulillah… J J J J

Sekitar pukul 19.00 Wib kita berdua berkeliling malioboro, macet parah, rame banget. 3 kali kita muter-muter tanya sana-sini penginapan dengan harga murah. Sampai engga sadar kalo kita bukan suami Istri, alhasil ditolak sana-sini untuk sewa homestay walaupun nyewa dua kamar. Hufhhhh…. bukan kesel karena penginapan yang ga di Acc, tapi begitu sangat melelahkan perjalanan hari ini. Kita memutuskan makan Nasi Goreng dulu sebelum oleng di samping jalan Dagen Malioboro.

Ternyata mencari penginapan murah buat couple Backpacer yang belum resmi menikah susah loh… Jadi pengen cepet-cepet nikah biar sah, buat adver yang suka couple backpacker yuk mari nikah… Ehhh. Dan akhirnya kita dapet hotel murah… yeah yeah yeah (bahagia**) rasanya langsung mau tidur di kasur yang empuk. Namanya Hotel Pelangi ga jauh dari Jalan Malioboro, harga pas sama fisik hotelnya Rp.125.000,-/malam. Lumayan buat tidur 6 jam untuk perjalanan besok Pagi.

Rabu, 13 Agustus 2016

Cahaya membias dari balik gorden, hari sudah siang waktu menunjukan pukul 07.00 Wib. Gue bergegas mandi lalu beli kopi panas buat aa. Sebelum tidur gue udah minta sama aa untuk jalan-jalan pagi di sepanjang Malioboro. Dan kita punya waktu 4 Jam untuk jalan di sepanjang jalan Malioboro sampai dengan Kraton.

Gue punya ekspetasi berlebihan, gue pengen jalan-jalan santai disepanjang jalan Malioboro, Makan Pecel di depan Pasar Bringharjo. Lihat pernak-pernik kesenian khas Jogja. Naik becak ketika lelah melanda. Photo – photo di objek-objek yang menurut gue bagus buat photo. Hingga sampailah di Alun-alun. Dan kalian boleh ketawa tentang ini, karena semua yang terjadi jauh dari ekspetasi gue yang berlebihan. Pupus harapan gue… Perjalanan Malioboro berakhir di depan pasar Bringharjo.

Kalau gue inget ini, rasanya gue mau marah-semarah marah marahnya, kesal sekesal kesal kesalnya. Mungkin Malioboro bukan untuk cerita kita. Bahkan gue ga mau kesitu lagi bersama aa. Dan gue berharap ada cerita lebih indah di Malioboro meskipun tanpa aa. Dan gue ga akan pernah lupa kejadian ini. Bye Maks…hahaha

Belum sampai 1 Jam perjalan berakhir, kita kembali ke hotel untuk packing-packing dan istirahat sebentar. Kita lanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur, Magelang sekitar Pukul 09.30 Wib. Kita mampir sebentar ke Alun-alun Sleman – mengabadikan photo disini. Sumpah adem disini, mungkin karena berada di bawah pohon dan banyak pepohonan lainnya disini.

Angin semilir menyejukan kami yang berada disana. Sambil meneguk minuman berwarna dingin menikmatinya. Sungguh ini perjalanan yang sangat jauh, bahkan tidak semudah membalikan telapak tangan untuk kembali kerumah masing-masing. Hanya ada kamu didepan mataku, yang dapat mengulurkan tangan mu, penunjuk arah langkah ku saat itu, bersama ku, membahagiakan ku. Maafkan atas perilaku ku.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur. Panas terik menembus hingga ke kulit. Panas begitu terasa saat itu disepanjang jalan. Jalanan ini pernah gue lewati sebelumnya tetapi menggunakan bus dan delman. Aa fokus pada jalanan yang dilalui, sesebentar kita minggir untuk berfoto lalu kembali gas lagi.

Kami mampir ke Candi Mendut untuk berfoto sebentar, lalu melanjutkan ke Candi borobudur sekitar 15 menit dari sini. Sesampai didepan Gerbang pintu masuk Candi kami makan terlebih dahulu setelah memarkir motor. Berjalan sedikit ke kanan dan menyebrang sampailah di tukang bakso Yamin. Gue memesan semangkok bakso dan aa memesan semangkok mie Ayam Bakso dengan Minuman Es Teh Manis 2 gelas. Ternyata baksonya enak loh disana, gue sampe nambah jadi 2 mangkok deh. Hihihi

Selamat datang di Candi Borobudur, kali ini ga perlu pake kain untuk sampe diatas sana. Berharap cuaca mendung tapi malahan panas terik. Ga perlu payung, karena ada aa disamping gue..!!(apaansih? :p). Setelah sampai puncak Candi kami mengabadikan moment dengan berphoto, duduk sebentar mencari tempat yang adem. Lalu segera turun kembali untuk melanjutkan perjalanan.

IMG-20160715-WA00571.jpg

Hayu kita ke destination lain yaitu Dieng. Yes dataran tinggi Dieng untuk yang ke-3 kalinya dengan orang yang berbeda. Kurang lebih 107km dari Candi Borobudur untuk mencapai Dieng. Itu gue liat di Google Map loh… Kita ga lewat Purwokerto dan Banjarnegara karena pasti akan lama banget untuk sampe kesana. Kita lewat jalan Alternatif yaitu lewat “Salam”. Jalanannya Sepi bangettt, jarang rumah, jarang liat penduduk kalo di sukabumi seperti jalanan dari pelabuhan Ratu ke Ujung Genteng (Hutan belantara) Lebayyyy. Udara semaki dingin dijalan ini, mendung menghantar kita sampai di pertigaan jalan entah kita sedang berada dimana. Hujan rintik-rintik turun memaksa kita untuk berhenti lalu menggunakan Jas Hujan yang kita siapakan dari rumah. Jalan kembali, karena langit semakin gelap, hujan semakin deras, jalan mulai licin, jalanan pun terlihat hanya 1 atau 2 orang bisa dihitung oleh jari, kami pun semakin basah.

Disetiap perjalanan aku bahagia jika hujan datang, apa lagi akan menggapai keindahan bersama kesayangan. Luphh you a J.

Kami sudah sampai di perbatasan salam – wonosobo. Terlihat dari kejauhan 2 Gunung yang selalu bersamaan, Terlihat indah dari kejauhan. Rasanya ke-2 gunung itu memanggil-manggil gue untuk gue daki. Mungkin lain waktu gue akan menggapainya. Kami lewati pasar Wonosobo, mampir ke SPBU untuk isi Amunisi Miong. Mampir ke Indomaret, aa belanja dan ambil uang di ATM. Sedangkan gue menunggu diluar  masih mengenakan jas hujan. Lalu istirahat sebentar didepan Indomaret sambil meminum air berwarna membasahi tenggorokan yang kering.

Kami melanjutkan perjalanan kembali melewati Terminal Wonosobo tidak jauh dari situ kami belok kiri melewati jalan Alternatif menuju Dieng. Jalan Naik Turun berkelok-kelok dan dihiasi perkebunan sayuran. ±30 menit kita sampai di pertigaan belok kanan. Disana teredapat gapura ucapan selamat datang di dieng kalo tidak salah… hihi lupa…. Berphoto sebentar disini, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju dataran tinggi dieng.

Ini jalan utama menuju Dieng, belum pernah denger lagi kalo ada jalan alternatif lagi setelah pertigaan tadi. Nge-gasss Nge-but di atas aspal hitam pekat karena hujan tadi. Semakin jauh kita berjalan, semakin dekat dengan ketinggian, semakin kita merasa kedinginan. Kadang kabut menutupi jalan hingga kita harus menurunkan kecepatan, apa lagi Angkutan umum disana ngebut-ngebut semua. So, kita harus ekstra hati-hati ya adver.

Adzan Maghrib berkumandang tepat melewati petak banteng, akhirnya sedikit lagi sampai. Hore… Hore… Hore..!! Sesampai di pertigaan Dieng gue langsung ke penginapan Bu Djono untuk Reservasi penginapan ternyata penuh karena dadakan. Jadi gue terpaksa ngambil penginapan disampingnya entahlah nama penginapannya apa, ga se-recomended di penginapan Bu Djono. Okeh, gue Cuma numpang tidur doang di samping, tapi nongkrong, ngopi, makan & beli oleh-oleh di Penginapan Bu Djono.

Di Penginapan Bu Djono penginapan Rp.80.000,- s/d Rp. 150.000,-/malam (murah kan??? Murah banget !! cocok buat para backpackeran nih…), terus makanannya juga murah-murah dan enak, Ga nyesel deh pulang pergi Jakarta- Dieng kalo ngopinya di Bu Djono…hahaha Nilai plusnya lagi, pelayanannya oke, orang-orangnya ramah-ramah pake banget. Hayukkkk mari di coba mampir….

Kita berdua nge-teh ngopi dulu disana, setelah mau tidur baru reservasi disamping. Karena perjalanan tadi capek banget kita berdua langsung tepar.

Kamis, 14 Juli 2016

Gue terbangun jam 2 malam, gelap gulita mati lampu. Gue meraba-raba kesana kemari mau siap-siap untuk tracking ke bukit sikunir Jam 3 pagi. Bangunin aa berkali-kali dan pada akhirnya bangun. Wewwww…. dieng masih tetap dingin..hufhhhh. Beku ini kita naik motor menyusuri kegelapan jalanan dieng menuju sikunir, sepi, sunyi. Jalannya pelan tapi pasti, Senyumnya maksa tapi tulus kok (efek dingin).hihihi

Sesampai post masuk hanya terlihat lampu-lampu tenda. Melihat keatas bukit terlihat lampu-lampu senter para pendaki bukit, diatasnya lagi terhampar bintang bintang dan tepat dihadapan ada someone spesial “aa”. Bahagianya pake banget bisa bareng aa kesini menikmati pagi buta dengan kesunyian bersamaan dinginnya khas dieng. I Love you a J.

Mulai Haiking bukit Sikunir kita. Kita ga bawa senter, jadi sedikit meraba-raba dan terkadang numpang disinari senter orang lain. Di ¼ perjalanan aa mengeluarkan Handphone lalu membuka aplikasi Senter. Langkahpun semakin cepat, ingin lekas sampai di penghujung bukit ini. Ini yang kedua kalinya gue nanjak di Bukit Sikunir, pertama dengan Sahabat gue dan kali ini dengan cowo gue yang sampai saat ini belum diragukan rasa sayangnya terhadap gue.

Bukit sikunir masih dengan penjual kentang di rendang, tempe kemul, dengan keramaiannya, dengan orang-orang berseni musik dipinggir jalan. Sesampai di penghujung puncak bukit Sikunir masih dengan mereka-mereka penikmat Sunrise yang sedang bersiap-siap menantikan keindahan terbitnya cahaya terbesar di bumi. Kami akan mengabadikannya, tidak lupa bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang Allah berikan kepada kami untuk waktu yang begitu indah ini.

Dieng untuk gue :

Dimana gue memmpertahankan persahabatan

Dimana gue membuang orang dan harapan palsu

Kini dimana gue memulai dengan cinta seutuhnya

 

Setelah lama menunggu, munculah matahari mengendap-endap dari garis akhir awan. Seolah-olah malam tadi Matahari berada dibawah awan. Lama kelamaan dia naik keatas memberi kehangatan kita yang dari tadi kedinginan. Bukit yang hitam kini menghijau, wajah yang gelap kini menguning. Langit abu-abu kini telah membiru. Kini lampu-lampu penduduk dibawah sana, lampu-lampu tenda, senter-senter yang dipakai mendaki kalah terang dengan fenomena yang tiap harinya terulang ini (Matahari), bintang-bintang dilangit pun kini tidak terlihat lagi.

Ya Allah, Kau ciptakan matahari untuk menerangi kegelapan

Dengan matahari Kau bangunkan kami dari tidur tadi malam

Dengan matahari Kau membuat kami memulai aktifitas

Dengan matahari Kau tunjukan kuasa Mu

Dengan Kau lihatkan kebesaran matahari, Kau lihatkan kebesaran Mu,

Dengan Kau lihatkan keindahan kuasa Mu

Semoga kami jadi manusia yang rendah hati

Karena yang berhak sombong hanyalah Engkau

Karena semua yang ada di kami adalah milik Mu yang Kau titipkan pada kami

Ya Allah, terima kasih atas kesempatan ini

Karena tidak akan ada hari ini tanpa izin dari Mu

Karena tidak ada moment ini tanpa kesempatan yang Kau berikan untuk Kami

Terima kasih Kau hadirkan dia untuk ku,

Entah untuk sementara ataupun untuk selamanya,

Entah untuk saling memiliki ataupun hanya untuk pelajaran,

~Kini aku mencintainya~

 

Kami mengabadi photo bersama disini, masih dengan tawa tulus, kebahagian bersimpul sayang disini. Merasa dijaga, merasa dibahagiakan dan gue sangat merasa bahagia ada dia. Huffhhhh…. hai adver gue mulai gagal fokus nih ceritanya. Kenapa gue jadi curhat??hihi. okeh gue lanjutkan ceritanya…!

Setelah berfoto-foto kita langsung turun lalu mengunjungi Telaga Warna sebentar lalu ke Candi Arjuna. Candi-nya biasa ajah menurut gue, tapi view disekitarnya mendukung banget buat kita tetap mengunjunginya. Gue kepengen banget ke Candi ini setelah Subuh, pengen liat kabut menyelimuti sekitaran candi dan cercahan matahari pagi datang membiaskan kabut. Gue meyakini bahwa moment itu pasti akan lebih keren dari ini. Next Insya Allah kita kesini lagi. Apa kalian mau bareng gue kesini?? Hayuklah kita packing bareng !!tapi gue ajak aa juga ya?? J.

Hari semakin siang, matahari semakin panas, udara masih tetap dingin. Kami bergegas kembali, gue ke Losmen Bu djono pesan makanan untuk sarapan sedangkan aa ke penginapan sebentar untuk packing dan ganti baju lalu menghampiri gue. Bule-bule berlalu lalang disini buat sarapan dan ada yang siap-siap untuk dipandu mengunjungi tempat-tempat yang oke banget di dieng oleh guide-guide Bu Djono punya. Engga nyesel pokoknya kalo kalian mampir kesini para adver. Setelah sarapan kita mandi ke penginapan buat bersih-bersih, packing-packing lalu nge-gaza. Sebelum nge-gaz mampir dulu ke Bu Djono buat beli oleh-oleh dan nongkrong sebentar menunggu Dzuhur.

Bismillahirahmannirahim, semoga kita sampai Bandung dengan selamat amin. Yes, kita mampir dulu ke Bandung ya sebelum pulang. Kurang lebih 8 Jam sampai sana, itu juga Insya Allah. Kita berencana lewat jalur selatan.

Banjarnegara – Purwokerto – Margasari – Brebes – Cilacap – Ciamis – Tasikmalaya – Garut – Bandung

Mungkin perjalanan ini akan lebih terasa lebih jauh tertimbang lewat jalur Pantura. Tapi, its oke semua harus kita cobain. Disepanjang jalan Banjarnegara si miong perlu isi amunisi tapi SPBU disini bisa dihitung pake jari tangan. Lama kita menyusuri jalan SPBU belum juga terlihat aa memutuskan untuk beli bensin Eceran. Setelah beli kita kembali berjalan terlihat SPBU disebelah kanan. Gue dan aa hanya bisa ketawa sendiri. Ada lagi mobil xenia berplat Jakarta yang mengendarai mobil ugal-ugalan dan hampir menyerempet motor aa. Sebenernya gue kesel banget, kalo motor ini lebih gede dari tronton udah gue lindes itu mobil (kesel…) gue takut aa knp”. Lebay :p

Kami terus menyusuri jalan hingga kami sampai dijalan daerah Purwokerto. Amunisi Miong habis, kami perlu SPBU lagi. Berhubung perjalanan kita masih jauh, SPBU jarang juga disepanjang jalan ini. Aa memberhentikan miong di sebuah gubuk warung yang menjual Bensin. Kita beristirahat dahulu sambil aa memesan secangkir kopi panas menghabiskan sebatang ***** sedangkan aku memakan sedikit cemilan yang kami bawa. Kurang lebih 30 menit berlalu kita kembali jalan.

IMG-20160715-WA0004.jpg

Maghrib kita sampai di SPBU sekitaran Cilacap, kami beristirahat 30 menit dan mengisi amunisi miong. Lalu kami menyusuri gelapnya jalan. Sesampainya di Garut, udara mulai terasa beda. Dinginnya udara kini melebih dinginnya udara malam. Ternyata kita berada di daerah pegunungan Garut. Sumpah punggung gue pegel parah. Kaki gue udah ga berasa ada atau tidak. Kurang lebih Jam 11 malam aa mengisi amunisi miong di SPBU. Ketika gue turun, sumpah berasa kaki ga ada dan dengkul sakit parah dilurusin dan gue pun terjatuh disana. Diangkat aa untuk duduk sebentar, setelah itu aa memarkirkan motornya di Mesjid SPBU lalu memnghampiri dan memapah gue untuk sampai masjid itu.

Teman-teman hal paling tersedih gue dalam perjalanan adalah ketika gue menyusahkan orang lain, kita gue merasa lemah dan memaksa orang lain membantu gue. Padahal disetiap akan melakukan perjalanan gue memastikan diri gue lagi Fit. Gue Cuma bisa berdoa semoga aa tidak merasa disusahkan gue saat itu. 2 kali dia memapah gue seperti ini pertama di Curug Ciberum dan sekarang di SPBU ini. I love you a J

Kita memutuskan untuk beristirahat disini sejenak, memulihkan ngantuk yang meradang, memulihkan kaki yang pegel memulihkan lelah selama perjalanan hari ini. Tidur dilataran masjid dengan pelancong-pelancong lainnya. Udara dingin Garut menusuk-nusuk tulang kami, kamipun tidak hiraukan karena lebih terasa lelah bahagia ini.

Jum’at, 15 Juli 2016

Pukul 02.00 Wib rasa lelah menghilang dan udara dingin mulai terasa. Gue membangunkan aa untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Kami mulai packing lagi, lalu melahap puluhan Km lagi. Tapi kali ini kita bareng bersama satu orang anak motor dari bogor. Gue ga inget namanya siapa hehehe.

Adzan Subuh berkumandang tepat kita sampai di Masjid Besar di Alun-alun Bandung. Alhamdulillah J Dan aa kenalan dengan satu anak motor lagi orang cianjur yang sedang berkuliah di Bandung. Kalo ga salah begitu, dan gue tetep ga tau namanya hehehe. Kita ber-empat sekarang mengunjungi taman, jalan kaki mengitarinya mereka ber 3 sambil ngobrol-ngobrol. Setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan sesampai di Cianjur aa mengisi amunisi Miong lalu jalan kembali bersama orang bogor ituh. Mampir sebentar lagi ke Bengkel untuk ganti oli Miong. Lalu cus dan berpisah dengan teman baru kita di pertigaan cobodas, puncak dan jonggol.

IMG-20160715-WA00021.jpg

Setelah itu kami melanjutkan ke puncak Pas, aa mengajak gue mampir untuk makan di Resto MelRimba. Beristirahat di penginapan karena udah ngantuk banget, hujan turun ketika Maghrib tiba. Kita tetap menerobos Hujan sampai akhir sampailah aa menghantarku ke rumah.

Maaf ya adver, gue sedikit terburu-buru diakhir cerita. Hihi soalnya pengen cepet-cepet realise nih blog. Mohon maaf juga kalo ada kata-kata yang menyinggung dan menyakitkan hati adver baik disengaja ataupun tidak disengaja. Tujuan tulisan ini Cuma buat sharing ajah, siapa tau bermanfaat juga ya. Mohon jangan ditiru jika ada keburukan diperjalanan gue, cukup ambil yang positivnya aja. Mari jadi pembaca yang cerdas !!. See you next time – tunggu cerita gue berikutnya. J Love you so much adver

Rincian biaya selama perjalanan 2 orang 1 motor :

Tiket Masuk tempat Wisata :

  • Candi Borobudur + parkir                             62.000,-
  • Bukit Sikunir + parkir                                    25.000,-
  • Telaga Warna + Parkir                                    13.000,-
  • Candi Arjuna + Parkir                                     23.000,-
  • Candi Mendut + Parkir                                     9.000,-
  • Tiket masuk dieng (seharusnya ga)           10.000,-

Rp.142.000,-

 

Penginapan Yogyakarta (Hotel Pelangi)                            Rp.120.000,-

Penginapan Dieng (Samping Losmen Bu Djono)            Rp.225.000,-

Penginapan Puncak (lupa L)                                                  Rp. 50.000,-  ±

Bensin selama perjalanan                                                      Rp.350.000,- ±

Makan, Minum, oleh-oleh, kopi dsb                                  Rp.450.000,- ±

Biaya Lain-lain diluar yang disebutkan                             Rp.150.000,- ±

Rp. 1.345.000,-

± Total biaya selama perjalanan                                                                                   Rp. 1.487.000,-

(Semua biaya aa yang Nanggung kemaren J)

 

TIPS-TIPS

Hello adver, ada banyak tips nih buat kalian yang akan melakukan perjalanan jauh dengan motor kesayangan kalian, yaitu :

  1. Kalian harus tahu tujuan utama perjalanan kalian kemana, tempat mana aja yang akan anda kunjungi, jalan mana yang akan anda lewati yang aman, cepat dan mudah dilewati.
  2. Sebaiknya kalian sebelum berkunjung, sudah reservasi penginapan via online, supaya waktu yang seharusnya bisa buat langsung istirahat tidak malahan kita buang buat cari-cari penginapan.
  3. Perlengkapan yang harus dibawa usahakan yang penting ajah ya, pakaian + dalamannya yang cukup tidak berlebihan. Obat-obatan, perlengkapan bersih-bersih, penting Jas Ujan wajib.
  4. Perlengkapan dokumentasi sangat penting juga loh, kalian emang mau perjalanan yang kalian lakukan hanya dikenang di dalam memori otak anda. Kalo gue sihh berasa wajib mengabadikan photo dengan siapa dan dimanapun gue pergi.
  5. Logistik sedikit-sedikit kalian bawa ajah, Emang bikin berat tapi lumayan loh buat penunda kelaparan dan mencegah dehidrasi. Apalagi kalo perjalanan yang kalian lakukan kaya gue ini, usahakan roti kasur, air mineral, cemilan yang manis-manis coklat biasanya ampuh banget buat perut cepat kenyang. Inget ini buat penunda lapar lohhh, jangan sampai ga makan ya !!
  6. Siapkan uang cash secukupnya buat jaga-jaga, yang banyaknya di ATM ajah J. Kalian harus buat budget perjalanan yang melebihi dari perhitungan ya, takut ada hal yang tidak diinginkan. Kalo belum punya uang sesuai budget, hayuk kerja lebih giat lagi.
  7. Sebelum berangkat Service motor kalian dulu ya, Checking, Touching & service.
  8. Buat kalian yang mengendarai motor, Ngebut boleh tapi lihat-lihat kondisi jalanannya dan lingkungan yang kalian lewati. Jangan sampai kalian jadi mengganggu orang lain, bahkan mencelakai diri sendiri dan orang lain. (Taukan maksud gue).
  9. Kalian usahakan ramah sama orang (ibarat tamu yang ramah sama tuan rumah, supaya tuan rumah welcome sama kalian).
  10. Dsb ya… masih banyak tips sebenarnya tapi kalian bisa searching di mbah google yang super canggih, dia bisa jawab apapun pertanyaan kalian, dia bisa kasih tahu apa-apa yang kamu ingin tahu. So, jangan malas mencari tahu sebelum kalian memulai perjalanan.

Good Luck buat perjalan dengan motor kalian nanti, semoga selamat sampai tujuan dan kembali pulang dengan selamat. Stop vandalisme dan jangan buang sampah sembarangan, karena itu ga keren ya…!! Jangan lupa sharing perjalanan kalian ke gue yang keppo banget. Hihi Thanks sudah mampir, read dan jangan lupa tinggalkan jejak.

 

~Thanks aa untuk perjalanan Lima Hari ini~

Still Love You

 

 

 

PERBEDAAN BACKPACKER, SOLO TRAVELER, DAN CONVENTIONAL TRAVELER

Backpacker

635690747423182570-374121281_backpackers_on_clif

Backpacker, identik dengan Ransel Besar

Apakah Anda merasa bawa tas gedhe, terus udah jadi seorang backpacker? Atau Anda bawa tas besar, jalan-jalan ke Bandung, misalnya, terus disana pergi ke Mall, shopping, pulang-pulang, cerita ke temen-temen: ”aku habis backpacker-an ke Bandung, lho..” Dan temen-temen pun ngrasa “waow” dengan cerita Anda. Tapi tunggu dulu, apa sih, sebenarnya backpacker itu? Mari kita lihat sedikit ulasannya di Wikipedia.

Backpacking is a form of low-cost, independent international travel. It includes the use of a backpack or other luggage that is easily carried for long distances or long periods of time; the use of public transport; inexpensive lodging such as youth hostels; a longer duration to the trip when compared with conventional vacations; and an interest in meeting the locals as well as seeing the sights. They also have less money to spend on hotels or private vehicles. It may include wilderness adventures or be limited to travel within settled areas.

Dari cuplikan tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa aktifitas backpacking adalah melakukan perjalanan dengan menggunakan biaya rendah, antara lain dengan memakai ransel yang gampang dibawa (daripada nyeret koper, bawa 3 tas gedhe, dsb.) untuk suatu waktu dan jarak tertentu. Perjalanan itu dilakukan pake transportasi publik, menginap di wisma/penginapan, dan untuk bertemu dengan orang lokal di daerah yang dituju, sehingga semuanya menghindarkan dari perjalanan yang mahal, dan dapat merasakan petualangan yang “liar”.

Jadi menurut saya itu backpacker adalah orang yang suka jalan-jalan, dengan mau bersusah payah merencanakan trip, survei lokasi (lewat Googling, tanya temen/forum) untuk mengunjungi suatu tempat wisata/daerah, dengan menggunakan biaya dan bawaan yang minimal. Gratis malah lebih baik. Hehe… Apa akibatnya? Para backpacker, mau menginap di tempat yang “biasa saja”, tidak mewah, asal bisa tidur. Bahkan mungkin tidur di tempat umum yang diperbolehkan. Kalo di luar negeri malah kadang ada yang tidur di stasiun kereta, pake sleeping bag, dan terkadang diusir petugas keamanan. Bawaannya pun dimaksimalkan di ransel, yang mudah dibawa kemana-mana. Maka dari itu disebut backpacker (ransel punggung).

backpackers-hostels  Backpacker-jobs

Terus? Mau bersusah payah nyari transportasi yang paling efektif, tidak menghabiskan banyak biaya, sehingga dapat lebih merasakan “esensi” travelling itu sendiri, nyari dan ganti-ganti angkot (kalo di Indonesia), cari motor trail untuk mengunjungi daerah terpencil.

Backpacker juga harus pintar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dengan daerah dan adat sekitar. Bahkan itu bisa dibilang wajib. Contohnya, lagi berkunjung ke daerah Papua, ke suku tertentu. Siapa tahu, dengan pintar bersosialisasi malah disuruh menginap di rumah kepala sukunya. Tentu lebih murah kan? Apalagi bisa merasakan “live” melihat suku itu melakukan aktivitas sehari-hari.

travel

Jadi pada intinya para backpacker merupakan seorang pejuang yang tangguh, pintar dalam menentukan budget, dapat bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik, serta pintar menentukan rencana perjalanannya dengan baik.

Solo Traveler

Kalo backpacker lebih menitikberatkan pada berjuang untuk mendapatkan low-cost trip, kalo Solo Traveler (menurut saya) lebih santai daripada itu. Solo Traveler adalah orang yang suka melakukan trip, journey, dengan biaya yang lebih “lega”. Mereka suka berjalan-jalan, tapi tidak terlalu memikirkan penghematan biaya sekecil mungkin. Bisa saja mereka menginap di hotel, tidak perlu susah payah menginap di stasiun, ataupun menyewa seorang guide untuk memandu wisata mereka, di daerah tertentu.

 

Solo Traveler ride a Bike

mihai_barbu_scotland

Namun, mereka memang memiliki passion untuk jalan-jalan, secara berkala merencanakan mengunjungi daerah tertentu, layaknya backpacker. Para Solo Traveler ingin merasakan berbagai budaya, berbagai lokasi yang belum pernah mereka kunjungi, ingin merasakan keindahan tempat tertentu di suatu negara. Bahkan untuk suatu keindahan dan kepuasan, para solo traveler terkadang rela mengeluarkan cost lebih, misalnya di Maluku ada air terjun, yang agak sulit dijangkau. Mereka pun rela mengeluarkan biaya untuk menyewa kapal, walaupun hanya menyewa sendiri, tidak menyewa patungan dengan orang lain.

Solo Traveler, tidak harus sendiri

traveling-couple-transportation-sets-vector-illustration-40287487

Jadi, perbedaan utama dari backpacker dan solo traveler adalah antara low-cost trip sama relief-cost trip (perjalanan dengan budget yang lebih lega). Tapi walaupun namanya solo traveler dan backpacker, ga mesti harus melakukan perjalanan seorang diri ya, ada kalanya berdua, bertiga, asal ga satu rombongan bis aja. Hehe..

Conventional Traveler

Tourism is travel for recreational, leisure, or business purposes. The World Tourism Organization defines tourists as people “traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes”

Traveler or traveller commonly refers to one who travels, especially to distant lands.

Nah, kalo conventional traveler, atau bahasa Indonesianya wisatawan lah, ya, adalah orang yang melakukan perjalanan, hanya sebatas rekreasi saja, kepentingan bisnis, atau keperluan tertentu. Mereka tidak merencanakan perjalan yang mereka lakukan, sedetail, dan secermat backpacker, atau sangat ingin melancong ke daerah tertentu layaknya Solo Traveler. Pada umunya mereka hanya melakukan perjalanan untuk bersenang-senang saja, tanpa memiliki passion tertentu untuk merasakan keragaman budaya, atau keindahan daerah.

 

Contohnya, saat seseorang penat dengan aktivitas kampus, atau pekerjaan di kantor. Saat weekend, mereka akan melakukan refreshing ke pantai, menghirup udara segar di gunung, atau mengajak keluarga ke kebun binatang. Tidak perlu banyak perencanaan, menghitung detil biaya yang dikeluarkan, atau bingung memilih transportasi. Cukup tentukan tujuan, menyewa mobil, mengajak teman, menyiapkan bekal, berangkat deh. Seperti itu.

 

Jalan-jalan di Akhir Pekan

Jadi, sudah tau kan, perbedaan antara backpacker, solo traveler, dan conventional traveler. Ketiganya dibedakan oleh budget, tujuan, dan passion saat melakukan travelling. Oh iya, jika Anda suka melakukan traveling, tipe manapun Anda, jangan lupa ya, untuk melakukan tips berikut:

Talk to Strangers

Usahakan selalu berkomunikasi dengan warga sekitar, untuk bertanya lokasi atau menjalin persaudaraan. Melakukan itu tidak ada salahnya, malah banyak menguntungkan kita.

Respecting Local Cultures

Selalu hormati budaya dan adat istiadat daerah yang dikunjungi. Jika tidak, bisa menimbulkan bahaya bagi kita.

Always Look Confident

Jangan terlihat seperti “orang hilang”. Salah-salah, kita bisa jadi korban penipuan.

Documenting Your Trip

Dokumentasikan perjalanan Anda, terutama melalui foto. “foto dapat berbicara”. Begitu kata orang-orang. Kalau perlu, Anda catat, tulis betapa menyenangkannya perjalanan Anda. Share perjalanan Anda kepada teman atau orang lain, dengan begitu, kita bisa berbagi kebahagiaan dan menambah teman.

 

Hiking Perdana Bagi Pemula (Persiapan)

olahraga-saat-berpuasa 10-perlengkapan-mendaki-individu1

Hiking alias naik gunung akan saya bahas di post ini. Mengapa saya tiba-tiba membahas soal hiking ? karena oh karena saya juga punya rencana untuk hiking perdana di akhir januari 2015. Dari semua story trip saya ibarat kata masih tahap nge’trip cantik baik yang bersifat semi backpacker bahkan backpacker totally, explore city sudah pernah, nyelam dilautan sudah pernah, ngebolang hingga nge’gembel di luar negeri sudah pernah juga *hehee, naaah saatnya trip yang bersifat lebih memacu adrenalin yaitu naik gunung.

Jika kamu juga sama halnya dengan saya yaitu belum pernah hiking sebelumnya and punya rencana pengen naik gunung dengan pasang mode mupeng pake BGT, kamu bisa ikuti beberapa tahap persiapan hiking perdana ala2 rara berikut :

  1. Persiapan Fisik

Well..hiking bukan untuk main-main atau uji coba-cobaan and pamer foto ala2 kamu sampai puncak. So catatan penting buat kamu sebelum naik gunung yaitu kamu harus prepare fisik kamu dengan baik, karena saat naik gunung akan terjadi perubahan metabolisme tubuh seperti penumpukan asam laktat yang membuat badan pegal, jantung yang berdegup lebih kencang, dsb. Selain itu perubahan lingkungan seperti perubahan kerapatan oksigen dan penurunan suhu udara karena ketinggian, terbatasnya ketersediaan air minum, dsb.

Supaya badan kamu tidak terlalu kaget dengan perubahan metabolisme tubuh serta perubahan lingkungan saat naik gunung maka kamu harus ber-olahraga lebih intensif dari hari-hari sebelumnya. Bagaimana yang gak pernah olahraga sebelumnya ra? naah sama seperti rara, saya juga jarang banget olahraga. Persiapan fisik saya antara lain budayakan jalan kaki ke kantor (jarak kos-kantor saya cukup dekat jika rumah-kantor kamu jauh jangan lakukan tips ini), naik turun tangga saat dikantor (dikantor saya memang cuma ada tangga jadi bersyukur bisa buat olahraga ringan meski cuma sampai lantai 3 :P), olahraga 2x seminggu yaitu lari dan berenang (fokus : mulai awal januari..hehe). Itu beberapa latian fisik ala rara, kamu bisa melakukan latian fisik yang lebih cocok untuk kamu sebagai contoh jalan atau joging dengan jarak tempuh yang ditingkatkan setiap berlatih, sit-up, push-up, renang, naik-turun tangga, dan ditutup dengan gerakan pendinginan.

Persiapan fisik untuk hiking paling ideal adalah sebulan sebelum hiking dan minimal 2 minggu sebelum hiking, semakin panjang masa persiapan fisik kamu akan semakin baik. Selain berolahraga, pola makan dan pola tidur juga harus dijaga sebelum berangkat.

 

  1. Persiapan Perlengkapan dan lain-lain

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN PRIBADI      
1 Cerriel
2 Sleeping Bag
3 Jacket
4 Jas Hujan/Ponco
5 Sepatu Gunung
6 Sandal Gunung
7 Perlengkapan Shalat
8 Kaos Kaki
9 Sarung Tangan
10 Shyal/Masker/Slayer
11 Pakaian Ganti (Celana/Baju/Daleman)
12 Tempat Makan/Tempat Minum/Sendok/Garpu
13 Tracking Pool
14 Trashbag
15 Daily Pack
16 KTP/ATM/Dompet
17 Kamera/Handphone
18 Jam Tangan
19 Kacamata
20 Senter/Headlamp
21 Pisau/Cutter/Gunting
22 Kertas/Spidol  (Tidak Untuk Vandalisme)
         

 

Untuk perlengkapan pribadi di atas adalah perlengkapan dasar yang biasa saya bawa saat melakukan perjalanan ke Pantai, Gunung ataupun berjalan-jalan di kota orang. Masih banyak perlengkapan yang belum saya sebutkan, intinya perlengkapan yang harus dibawa harus sesuai dengan medan yang akan dilalui saat melakukan perjalanan. Jangan sampai kita salah bawa perlengkapan yang pada akhirnya Cuma berat-beratin atau bisa terjadi yang tidak diinginkan. Cari Informasi seakurat mungkin tentang tempat yang akan di tuju sebelum melakukan perjalanan. Keep safety ya kawan..!!

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN KELOMPOK      
23 Tenda
24 Matras
25 Flysheet
26 Trangia
27 Nesting
         

Untuk perlengkapan kelompok sebaiknya diskusikan dengan team perjalanan kamu. Kalian bisa saling melengkapi satu sama lain. Jika kita berada dalam kondisi tidak ada satu pun yang memiliki suatu barang. Kalian bisa merencanakan untuk meminjam, menyewa atau membeli dengan sharing cost.

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  PERLENGKAPAN BERSIH – BERSIH
28 Sabun Cair (Tidak untuk Mandi Di Gunung)
29 Shampoo  (Tidak untuk Mandi Di Gunung)
30 Pasta Gigi
31 Sikat Gigi
32 Rexona
33 Handy Clean
34 Hand Body
35 Tissue Basah
36 Tissue Kering
         

 

Menurut saya perlengkapan bersih-bersih yang saya tulis semuanya sangat penting untuk saya. Owh iya, buat hiking please kalian jangan pake minyak wangi yang akan mengganggu pendaki lain. Udara di gunung lebih asri dari pada minyak wangi yang kalian pakai. Rexona ajah yang di pakai, yang merasa punya harum keringat yang dapat menggangu pendaki lain (dianjurkan ya). Dan untuk sabun cair atau sabun apapun yang dapat mencemari air di Gunung, kalian ga usah pakai ya di atas. Karena air yang ada biasanya untuk wudlu, masak dan minum dsb yang lebih penting untuk bertahan hidup. Hahaha (Ga usah sok kecakepan  ye…!).

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  LOGISTIC
37 Permen
38 Snack
39 Biskuit
40 Roti
41 Susu/Kopi/Jahe/Energen
42 Coklat
43 Madu
44 Mie Instan
45 Sosis/Baso/Sarden/Kornet
46 Beras
47 Minyak Goreng
48 Garam/Gula/Saos/Kecap/Sambal/Cabe/Bawang Putih&Merah
49 Spirtus/Gas      
         

 

Daftar logistik yang aku cantumkan yang biasa dibawa saat pendakian. Dan itu semua sesuai selera masing-masing kok. Dan Logistic yang dibawa harus sesuai yang dibutuhkan sangat penting jangan sampai kekurangan logistic di gunung BAHAYA !! . Satu lagi pesan dari pendaki amatiran seperti saya : Bawa sampah mu turun kembali, Jangan rusak tempat main kami. Karena bukan kamu ajah yang menikmati, tapi genarasi-genarasi baru juga ingin menikmati nanti. JANGAN EGOIS…!!

 

NO KETERANGAN Beach Hiking City Explore
  OBAT – OBATAN
50 Promag
51 Diapet
52 Panadol
53 Ponstan
54 Antimo
55 Tolak angin
56 Komiks
57 Conterpan
58 Salonpas
59 Balsem
60 Minyak Kayu Putih
61 Hansaplast
62 Alkohol
63 Kapas
64 Betadine
65 Perban
         
  PERLENGKAPAN PENTING GUE      
66 Make Up (Tidak di Pakai Di Gunung)
67 Parfume (Tidak Dipakai Di Gunung)
68 Pantyliner/Pembalut (Buat Jaga-jaga)
         

 

Untuk obat-obatan yang saya tulis di atas biasanya untuk jaga-jaga, karena kita ga akan tau apa yang akan terjadi nanti disana. Kita lebih tau kondisi diri kita masing-masing yaa. Usahakan jangan sampai menyusahkan orang lain. Please antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Take care Guys !! Keselamatan anda lebih penting !! SEMANGAT MELAKUKAN PERJALANAN !!

 

Sekian masukan dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung atau membuat adver tidak berkenan. Tujuan saya kali ini untuk share dan tetap mengingatkan. Masih dalam belajar menulis, pelancong + backpacker amtiran. Jika ada yang kurang mohon masukannya. Terima Kasih.

 

 

Pendakian Gunung Prau – Wonosobo (24 -27 Desember 2015)

1

Hai adver, gue udah lama banget ga posting disini, padahal banyak banget perjalanan yang gue lakuin yang belum sempet gue share diblog ini. Semoga kalian ga bosan membaca cerita perjalananan gue yang selalu membawa perasaan didalamnya. Semoga kalian ga benar” nunggu cerita perjalanan gue yang lainnya (kepedean).

Perjalanan ini perjalanan ke-2 gue ke dieng Wonosobo, tapi perjalanan kali ini punya misi berbeda. Sambil menyelam minum air, Sambil pagar nanam tanaman *apaseh? Misi ini gue tulis di Blog tetangga yang gue buat khusus untuk cerita pribadi gue. Sebelum kalian baca ini mendingan kalian baca dulu cerita pendakian gue sebelumnya. Karena masih ada sangkut pautnya dengan pendakian ini.

Elo masih inget dengan teman mendaki gue yang bernama Budi, dan gue sering panggil dia dengan tambahan Om didepannya. Ya dia Om Budi, teman sependakian gue beberapa tahun lalu. Dia udah lama banget ga ada kabar, kurang lebih 2 tahun berlalu setelah pendakian gunung gede. Gue ga perduli sekepo apa gue tentang dia, seberapa banyak do’a yang gue selipkan disetiap do’a gue, seberapa banyak tetes air mata yang gue keluarin karena berusaha membunuh semua harapan-harapan yang tidak akan pernah jelas ujungnya ini. Yess gue melakukan pendakian kali ini bersama dia.

Pendakian ini direncanakan di bulan September 2015. Dan gue ga pernah nyangka bisa ketemu dia lagi. Entahlah saat ini gue harus bersyukur atau tidak. Tapi gue merasa bahagia, meskipun tidak sebahagia dulu. Pendakian ini gue yang minta, entahlah untuk apa, tapi gue butuh pendakian ini.

Sebenernya pendakian ini hampir akan gagal, karena om Budi masih juga tidak jelas. Tapi pas gue hubungi lagi pas beberapa minggu menuju hari H. Dia ga bisa mendaki karena ga ada perlengkapan, sama gue juga pun begitu. Tapi kalo ada dia menjanjikan pendakian itu terjadi. Jadi gue masih harus berjuang untuk ini. Okeh, gue cari cara. God, Help me Please !! (penuh harap). Tapi kalo ga ada perlengkapan kita Cuma jalan-jalan ajah di dieng L.

Tepat tanggal 23 Desember 2015 H-1, gue kasih kabar ke om Budi kalo gue ga dapet perlengkapan, so, dengan terpaksa kita hanya bisa jalan-jalan di dieng. Belum lagi gue harus beli tiket buat besok, sepulang acara tahunan kantor yaitu “makan malam sepuasnya menjelang tutup tahun” kira-kira gue dari hotel merlyn park Pukul 22.00 WIB menuju Lebak Bulus. Gue bermacet-macet ria dari Grogol sampai dengan Cawang. Entahlah apa yang sedang gue perjuangkan saat ituh. Sesampai di Plaza PP gue belok kiri membalik dari arah pulang rumah gue. Saat itu pukul 23.30 Wib, gue melihat jalan tol ke arah bekasi macet parah ga bergerak dan jalan balik nanti gue ikut macet. Tapi melihat itu tidak mengalahkan tekat gue untuk sampai ke lebak bulus, hari semakin larut, udara dingin malam kadang-kadang terasa sampai ke tulang. Bahkan gue ga tahu dimana letak Lebak Bulus sebenarnya (gue pernah berada dilebak bulus sekali, tapi pas turun dari bus langsung pulang). Gue tanya-tanya orang yang gue rasa dapat dipercaya. Pukul 00.05 Wib sampailah gue di lebak bulus, gue diantar calo berpakaian preman menuju tempat pembelian tiket. Gue dapet 2 tiket Bus Dieng Indah Executive keberangkatan pukul 16.00 Wib.

Gue bergegas pulang dan ikut serta bermacet-macet ria, sampai depan gang rumah tepat pukul 01.10 Wib ini namanya pulang pagi. Portal gang rumah gue udah ditutup, gue mampir sebentar ke alfa depan gang beli sesuatu untuk nyokap gue. Lalu gue minta penjaga bukain pintu portal. Thanks Allah untuk malam ini.

Pagi-pagi nomor om budi ga bisa dihubungi lagi, gue langsung sms tentang tiket. Dan Fiks gue ketemuan dengan dia di Pasar Rebo Jam 12.00 Wib siang nanti.

Maap yaa ceritanya sangat bertele-tele, hehehe. Berangkat…!! gue ga tau harus bagaimana kalo dideket dia, gue seperti kehabisan kata-kata dan canggung. Dan gue ga mau dia tahu tentang malam tadi. Gue selalu denger dari mulutnya keterpaksaan dia ikut perjalanan ini. Sumpah gue sedih banget sebenernya, mata udah berkaca-kaca gue tahan. Nulis ini pun gue ga bisa nahan air mata gue, kalo gue inget saat itu.  Hati gue sakit-sesakit-sakitnya. Tapi, gue harus selesaikan ini semua. Sabar gue ga boleh berhenti sampai dengan perjalanan ini berakhir.

Sesampainya di Lebak Bulus kami singgah di warteg untuk makan siang. Setelah itu kami bergegas masuk terminal bus antar kota. Ramai sekali didalamnya, Panas terik tidak mereka hiraukan mereka tetap menunggu berjam-jam lamanya. Dan sekarang giliran kami ikut menunggu karena Bus yang akan kami naiki belum datang. Sampai dengan jam 15.30 Wib, bus kami belum juga datang. Om Budi konfirmasi kepada agennya kembali, ternyata bis yang kami dapat tidak dapat dihubungi sampai dengan saat ini. Dan Agen memberi pilihan yang ga masuk akal “mau uang dikembalikan atau dipindah ke Bus Pariwisata dengan nambah Rp. 50.000,-/kursi”. Tidak pikir panjang kami tambah lalu kami bergegas naik bus pariwisata yang sudah di sediakan.

Pukul 16.00 Wib gue lihat keluar jendela bus yang kita tunggu tiba, penyesalan itu selalu datang belakangan. Tapi ga papa ga mama, setidaknya ada ibu-ibu yang bisa gue ajak ngobrol. Sedangkan Om Budi sedang ngobrol dengan dua orang cowo yang akan mendaki Gunung Sindoro sambil mengepul asap *****, sambil menunggu keberangkatan bus.

Pukul 17.00 Wib akhirnya jalan juga ini bus, baru masuk tol udah ga jalan nih bus, sekalinya jalan Cuma satu atau dua meter. Dari Lebak Bulus ke Kp. Rambutan kurang lebih 4 jam, sampai dengan bekasi jadi 6 jam. Apakah?? Om Budi udah kesekian kalinya bilang kalo mau balik pulang. Sedihkan Gue? Sedih yang dibuat sendiri ini mah.

 

“At the Bus, kadang loe buat gue sedih, buat gue jatuh, buat gue sakit hati parah. Dan kadang loe buat gue jatuh cinta, terbang melayang & membuat gue mengukir harapan-harapan lagi dihati gue. Loe memang orang paling jahat yang pernah gue kenal. “

Kurang lebih sampai diterminal Wonosobo pukul 21.00 Wib. Sebelum sampai di terminal ada kebodohan gue, yang buat dia ngambek. Tapi, seriusan ini miss communiction  antara gue dan dia. Karena gue yang salah gue rela dia ambekin. Gue Cuma bisa diem, nurutin dia mau kemana ajah. Kami membeli tiket bus untuk pulang hari minggu nanti. Agen bis sudah pada tutup secara jam 9 malem. Tapi 2 agen yang belum tutup yaitu Pahala kencan & Rosalia. Kami memilih Bus VIP Pahala kencana keberangkatan ke Kp. Rambutan pukul 13.00 Wib hari minggu nanti. Tiket sudah di tangan dan aman.

Sekarang kami mencari bus serupa mikrolet menuju dieng, yang gue tau jam 5 sore udah ga ada. Tapi ternyata masih ada mereka nyari muatan ada 3 mobil. Satu untuk pendaki yang menuju Gunung Sindoro, satu lagih untuk ke dieng, satu lagih untuk ke Mt. Prau. Om Budi sempet nanya sama gue mau nanjak atau stay di dieng. Dengan hati penuh suka cita gue jawab maunya nanjak ke Mt. Prau. Meskipun ga bawa perlengkapan tapi rombongan yang mau ke prau juga sama kok, ga bawa perlengkapan yang memadai. Mereka ga pake nge-camp alias naik langsung turun. Dan gue menerima ituh.

Kami berkenalan dengan yudha anak Budhi Luhur dan keponakannya. Kita bakalan bareng-bareng nanjak nanti malam. Yeeee nanjak Gunung Prau !! Semangat 2015 ini mah. Kita turun di petak banteng (gue lupa namanya). Kami nyari homestay buat bermalam sejenak menunggu jam 2 pagi menghampiri. Makan lalu mandi bersih-bersih… ternyata homestay tempat gue mandi mau tutup, mereka ga buka sampe jam 2 malem. Kami pun terpaksa pindah ke homestay lain, alhamdulillah ga jauh dari situ kita dapat penginapan sementara. Tidur rame-rame, ga berharap orang ngeliat gue lagi ngorok.

Semua cowo ga tidur, mereka ngobrol di luar alias begadang menunggu jam menunjukan pukul 2 pagi. Sedangkan gue sih mau bobo duluan ya… hehe

Aku ga pernah tau apa ini?

Setiap kali berada didekatnya hilang rasa sedih ini,

Hilang luka yang tidak kunjung terobati,

Berharap waktu terus seperti ini,

Tidak akan pernah datang pagi

Pukul 02.00 Wib, kita semua yang stay di homestay ini bersiap-siap untuk mendaki. Keluar dari homestay udara dingin khas dieng menghantui kulit kami membuat kami kadang menggigil. Kami sekarang ber-4 (gue, Om Budi, Yudha dan keponakannya) ketempat perijinan terlebih dahulu. Setelah itu kita minum secangkir teh panas sebelum memulai pendakian. Karena diantara kami tidak ada yang membawa senter/headlamp, jadi kita sewa dengan jaminan ktp gue.

Ayo kita mulai pendakian…!!

Baru sebentar melangkah menaiki jalan yang menanjak, nafas gue senin – kamis begini. Kelamaan dirumah ini, kebanyakan tidur x yaa. Hehehe Okeh gue harus atur nafas gue, gue ga bisa jalan 2 s/d 3 langkah lalu istirahat 1 menit. Kapan nyampenya kalo begini terus?? Gue melangkah pelan-pelan continue ga pake istirahat, karena kalo udah istirahat lalu jalan lagih langsung berasa capeknya. Tapi gue bukan fitri yang dulu kok, yang bertahan pada zona aman & nyaman gue sehingga meninggalkan yang lain. I love u om, kali ini kita akan jalan sama-sama lagih dan sampai denga turun nanti.

Gue ga hafal pos-posnya, tapi seriusan sepanjang jalan ituh dingin banget udaranya. Kabut terus saja mengelilingi kami. Perjalanan ini ga romantis kok, ga seromantis di gunung gede waktu ituh. Yaa ini waktunya melupakan yang telah lalu, tidak usah terus membahas masa itu. Bukannya tujuan kesini akan mengakhirinya?, gue hanya bisa memandang dia dari jauh hingga puas. Melihat dia kelelahan, melihat dia bercucuran keringat, melihat dia dan terus melihat dia. Gue bahkan ga pernah berharap sedikit pun untuk dia mengulurkan tangannya saat benar-benar gue kesulitan menaiki medan yang terjal. Tapi gue tetap dibelakanganya mengikuti langkahnya, jika gue diminta lebih dulu jalan, maka gue berjalan duluan tanpa harus meninggalkannya (This is not me).

Selama perjalanan kami juga ga terlalu banyak bicara, dan gue baru sadar itu pas nulis ini. Puncak sudah dekat, tenda-tenda  para pendaki sudah terlihat, sementara kabut semakin tebal dan memutuskan jarak pandang kita dengan jalan. Tidak lama kemudian kami telah sampai sebelum garis sunrise terlukiskan dilangit. Gue melihat om budi menggigil hebat, sedangkan jacketnya gue pakai. Gue tawarkan, tapi dia menolak. Gue panik, gue nahan tangis. Gue ga tau harus berbuat apa. Kecuali gue harus maksa dia untuk pakai jacketnya yang gue kenakan.

“Aku ga kedinginan, walaupun tanpa jaket om Budi kok..!! karena jaket yang aku pakai juga mampu mengusir dingin, jadi please pake ini!!”

Gue tenang setelah dia memakai jaketnya. Rame banget disini,  gue bisa memandang om Budi dari belakang yang sedang mengambil gambar sunrise. Gue hanya dapat menikmatinya, gue mengambil sedikit gambar untuk mengabadikan moment bisu ini.

2

Ya Allah,

Aku sudah seberusaha ini bertahan mencintai orang yang ga pernah mencintaiku,

Berharap orang yang tidak pernah mengharapkan ku,

Memikirkan orang yang  tidak pernah memikirkan ku…

 

Disini aku ingin meninggalkan semuanya,

Aku mencintainya bersamaan dengan keindahan,

Maka aku meninggalkan cinta yang gila ini bersama keindahan..

 

Kau pemilik hati ini,

Maka aku mohon hapus dia dari hati dan fikiranku,

Setelah perjalanan ini berakhir,

Aku mau dia tidak pernah lagi muncul dikehidupanku

 

Jika perjalanan ini penuh dosa,

Ampuni aku ya Allah

Waktu menunjukan pukul 06.00 wib, om Budi mengajak gue turun. Kali ini gue ga tau lagi kenapa? Gue bener” cupu, lebih hati-hati melangkah kebawah, gue perhatikan apa yang akan gue pijak, dimana kaki gue akan berpijak. Dan pada akhirnya, bekas cedera kaki gue kambuh dan gue mulai terpincang-pincang. Kalo dirumah gue bakalan nangis menjerit-jerit, tapi kali ini gue lupakan tangisan ituh. Gue kuat, gue cewe yang beda dari cewe lainnya. Semengat fitri, sedikit lagi sampai !!

Sesampainya dibawah gue kembalikan headlamp lalu menuju homestay, lalu tidur di tempat malam tidur. Sedangkan om Budi bergegas mandi sarapan baru tidur. Kalau gue Cuma gosok gigi setelah bangun tidur terus makan. Karena gue numpang di ruang keluarga, jadi banyak orang yang berlalu lalang saat tidur, pada akhirnya kami memutuskan untuk sewa kamar untuk tidur semalam ini. Sebenernya kami mau sewa disamping homestay ini, berhubung orang yang sewa kamar belum datang dari pendakian, kami meminta pemilik homestay mencarikan kami tempat yang lain.

Tidak jauh dari sini, lebih tepatnya disebrangnya jalan ini. Pukul 15.00 Wib akhirnya kami bisa istirahat tenang dengan springbad, asiiikkk.

Say good bye !! Om Budi, ini senyum dari hati yang terakhir dari akuh…

8

Hari sudah pagi, bukan ini sudah siang!! tapi kami masih tertidur pulas. Gue membangunkan diri bergegas mandi lalu mencari sarapan. Tadinya gue nyari nasi padang, tapi ga ada satupun terlihat disepanjang jalan yang gue lewati. Akhirnya gue memutuskan untuk beli nasi rames dua bungkus dengan telor ceplok dan gorengan yang baru matang. Terus dapet bonus gendong dde kecil yang imut anaknya penjual nasi rames ini. Rasanya ga mau kembali ke homestay, atau rasanya pengen bawa nih anak ke homestay.

Sesampai kembali ke penginapan, om budi masih belum terbangun dari tidurnya. Gue tawarkan teh panas atau kopi. Dan dia memilih teh manis, gue segera ambil kedepan atau ruang tamu, ternyata teh manisnya udah dingin semua. Gue langsung bergegas ke homestay sebelumnya untuk minta ibunya membuatkan segelas teh panas untuk om Budi.

Tapi dia masih belum bangun sampai mata pengen tidur lagi. Ga lama kemudian dia bangun langsung ke kamar mandi lalu kita sarapan sama-sama. Gue ga nyangka nasi rames yang harganya murah bangett rasanya pun enakkk gila (lebay). Tapi seriusan ga boong ! Lalu kita packing-packing siap-siap meninggalkan penginapan. Setelah selesai kami menunggu jam menunjukan pukul 11.00 Wib, gue izin sebentar ke homestay sebelumnya untuk membayar teh manis dan membeli oleh-oleh.

Pukul 11.00 Wib kita pamit sama yang punya penginapan, lalu menuju terminal dengan mikrolet. Sesampainya diterminal, kami makan siang bergantian sesuai selera. Pukul 13.20 Wib bis kami baru ada. Dan keselnya bis yang kami dapet bis cadangan atau bis kedua yang jumlahnya penumpangnya masih sedikit. Jadi kami harus rela ikut supir muter-muter cari penumpang supaya bus penuh. Alhasil sampai di jakarta yang seharusnya subuh. Kami baru sampai terminal kp. Rambutan jam 08.00 Wib.

“terima kasih om Budi, atas waktunya nemenin nanjak akuh!!”

Kata yang terakhir gue ucap bertatap langsung dengan dia “aku duluan ya om!”

Secara gue telat ngantor, hape gue ga jelas, hape kakak gue lowbath… Siap-siap dimaki-maki bos sampai dimeetingin.

 

Mencintai dia adalah pelajaran berharga buat aku,

Beberapa hari lagi tahun baru akan tiba..

Aku akan buka lembaran baru,

Dengan orang yang lebih bisa menghargai perasaan ku…

Semoga dipertemukan … amin…

 

The End

Trip Ujung Genteng Part I (25 – 26 Oktober 2015)

Ini ceritanya sih mau inget-inget perjalanan yang telah silam di tanggal 25 Oktober 2014. Ini aadalahTrip komunitas Motor Naga Air Cijantung, gue di ajak sahabat gue Aline. Perjalanan dilakukan oleh 13 Motor kurang lebih 25 Orang. Lumayan Rame kan… Dan ini Trip pertama gue ke Ujung Genteng, dulu sempet mupeng sangadh ke sini tapi berhubung jauh dan belum ada barengan, Ujung Genteng menjadi mimpi yang terabaikan. Dan sekarang gue akan mewujudkannya. Mau tau gimana cerita perjalanan gue? Chek it Out…

Niatnya kita mau berangkat pukul 06.00 Wib, karena Aline jemput gue yang belum siap. Dan gue sangka trip ini ga jadi. Al hasil akibat gue perjalanan ini Ngaret ±1 jam. Hehehe I’m Sorry sangadh All J. Sebelum berangkat ada pengarahan terlebih dahulu dari Ketu or kepala Trip inilah yah namanya Iwan kalo ga salah (Lupa..!). Ditentukan dimana titik awal pengisian bensin, dsb (males mikir karna lupa..haha) lalu dilanjutkan dengan berdo’a.

.Bismillahirahmanirahim.

Perjalanan baru dimulai, Semangat asek asek Jossh.. 😀 . Pertama kita berhenti di SPBU sekitaran Cimanggis untuk mengisi bensin. Dan pemberhentian kedua di SPBU sekitaran Tajur kita berheenti bukan untuk isi bensin melainkan mengisi tas kita dengan cemilan-cemilan dan air minum. Seperti biasa kalo udah berhenti ga jauh” dari candaan yang membakar semangat bersama dan membuat kita lupa kalo perjalanan yang kita tempuh masih sangat-sangat jauh.

Joke on the Road to be continue broh…! waktunya melanjutkan perjalanan kembali. Di pintu keluar Tol Ciawi kita mulai terpisah karena terjebak macet. Tidak jauh dari perempatan ciawi kita menunggu yang tertinggal sampai team lengkap. Setelah lengkap kita melanjutkan perjalanan kembali menuju Cibadak. Sebelum memasuki Hutan Cibadak, Kita isi bensin kembali. Maklum motor kita laen” ada yg boros ada juga yg super irit… hehe. Yang boros please ganti baru donk :p. Haha

Ceritanya motor yang gue kendarain sama aline full saat berada di pertigaan menuju jalanan ke arah Ujung Genteng tepatnya di daerah Pelabuhan Ratu. Tapi ternyata mblo, motor kita boros binggo, belum setengah perjalanan dari Pelabuhan Ratu amunisi abis. Karena ga akan ketemu pom bensin disekitaran, secara Cuma ada jurang, hutan, rumah penduduk yang bisa dihitung, kita memutuskan mengisi bensin eceran.  Disini kita ada yang berhenti untuk membeli makan juga. Dan perjalanan kita lanjutkan… Semangadh kakaa… J.

Supaya ga boring-boring amat sama jalanan, nih jalanan tracknya mantap brohh, Tikungannya ancuurrr nukik banget mblo… wajib di abadikan kebersamaan kita dijalan ini. Yang kita lakukan adalah jalan santaii tapi pasti sampai dengan selamat ..Insya Allah, Amin.. Kamera Action..CizzZZz… :p .

Dan sedikit norak gue sesampai di Perkebunan Teh yang kita lewati.. “Baru tahu, ternyata ada kebun teh selain Puncak tempat hang out gue tiap minggu!” L. Meskipun waktu hampir menuju siang bolong, di perkebunan teh gue ga merasakan panas walau matahari sedang terik-teriknya. Ohhh…sejuknya… Pengen Istirahat disini, tapi waktu terus saja berjalan… Jalanan aspal halus tanpa lobang ini juga membuat kita ga mau kita lewati begitu saja… dengan kecepatan 80km/jam hajar broh… hehehe

Adzan Zuhur berkumandang dan kita sudah keluar dari jalan penuh hutan dan jurang, sekarang kita sudah berada di daerah sudah padat penduduk. ±1½ lagi kita sampai ditempat tujuan. Tapi kita singgah terlebih dahulu di ssebuah musolah untuk menunaikan kewajiban kita. Sekitar 1 jam kita di musolah ini, untuk bersih-bersih, dan istirahat. Lalu melanjutkan perjalanan kembali. Kita isi amunisi motor di SPBU sekitarnya setelah itu melanjutkan perjalanan kembali.

Setelah memasuki Gerbang Selamat datang di Wisata Pantai Ujung Genteng, Gue dan Aline mengalami kecelakaan parah. Saat itu aline yang mengendari motornya, karena jalanannya yang bagus, mulus melenakan kita. Dengan kecepatan ±70km/jam dengan tikungan tajam, kita ga tau kalo tikungan yang akan kita lewati turunan bersamaan dengan tikungan. Dan dari arah sebaliknya ada seorang bapak mengeendarai motor dengan gerobak es dibelakangnya dengan kecepatan yang sama. Entahlah disana kita saaling menyerempet seketika gue jatuh dari motor dengan seketika kaki mati rasa. Gue kira kaki gue udah ga ada, sumpah mata gue ga mau melihat keadaan saat itu, suara warga dan temen” yang lain terdengar terutama Aline dengan suara ke-khawatirannya. Air mata gue mengalir begitu ajah. Tubuh gue digotong ke pinggiran jalan, dan gue mulai merasakan sakit pada kaki gue, disitu gue mulai berani membuka mata. Gue berharap kecelakaan ini hanya mimpi, tapi setelah membuka mata “This is Real, rasa sakit pun kenyataan. Warga sekitaran mengerumuni kami, satu per satu teman kita pun kumpul. Tukang Es minta ganti rugi atas gerobak esnya. Dan warga membantu dia, sedangkan kita juga minta ganti rugi atas luka kaki yang kita alami. Hasil mufakat tukang es kita ganti 200rb, karena kita tahu gerobak es mata pencahariannya meskipun dengan berat hati kita tersudutkan seolah kita yang salah, padahal kondisinya keduanya juga dengan kecepatan yang sama.

Semangat untuk menikmati keindahan pantai Ujung Genteng pun tidak memudar dengan tragedi tadi, Dengan kaki yang sakit banget gue menikmati indahnya view parapan Sapi yang berbukit-bukit dan menghijau sejauh mata memandang. Sesampainya terlihat pantai, semua sedang menunggu kita. Disebuah pos kita dipaksa untuk diurut dengan penutup seadanya, gue dan aline di urut dengan ibu-ibu setengah tua tapi tenaganya sumpah karna kaki gue yang lagi sakit atau tenaganya yg kuat bikin kaki gue makin sakit. Kaki gue bengkak dan luka-luka. Please Enough…! secara gue ga pernah mau di urut, dan sekarang gue merasakan urutan itu..Akhirnya..Ihh… gue dan Aline diurut bergantian setelah gue baru aline dilanjutkan.

Dan gue harus menikmati trip ini, udah sejauh ini masa gue kalah sama rasa sakit inih. Hari semakin sore sampai dipenginapan ±Pukul 17.00 Wib. Seharusnya sampai disini dengan perjalanan lambat kita sampai Pukul 15.00 Wib.. Ngaret 2 jam gapapah ye…!

Welcome to Ujung Genteng Beach All… Sunset menghampiri, Langit sudah menampakan keindahannya, Matahari bercermin pada Pantai… Playing on the Beach Bro… Perih luka-luka di kaki ini, Gue tahan men… Ini Indah..!!haha

Karena terlalu sore sampai, kita lebih memilih menikmati pantai di kala sunset didepan penginapan lalu kembali untuk beristirahat. Kita tidak menyempatkan diri ke Penangkaran Penyu sore ini, mungkin esok pagi sebelum kembali ke Jakarta, untuk sekedar tahu bukan untuk melihat pelepasan penyu ke laut lepas. Next mungkin bisa kesini lagih…

Love It, Love It – Sunset at Ujung Genteng Beach

Semakin malam semakin dingin inih broh… Ga boong, Ciusaann..!! Maksa bobo meski ga bisa bobo, yang cowo mah pada nge-ronda maen kartu sampai pagi.

Morning Guys..!! Are you ready to swim on the beach??? I like it so much…yuhuu (walau kenyataannya ga bisa berenang..hehe J). Setelah bermain air kita bersih-bersih dan menyempatkan diri mengunjungi penangkaran penyu. Mengucapkan Hello ke para penyu..hihi lalu menikmati pantai pasir putih sejauh mata memandang dengan suara deru ombak memecah sebelum sampai di tepi. Beautiful View…Love it.. Aku pasti akan datang kembali, jika diberi kesempatan.. J ..Amin..

Setelah ini, kita come back to Jakartha.. dengan melewati jalan yang sama, tetapi setelah pelabuhan ratu kita tidak melewati jalur Cibadak melainkan melewati Jalur Cikidang yang terkenal tracknya yang curam, tikungan yang mematikan dengan banyak view hutan pinus.

Sampailah kita di rumah ±Pukul 19.00 Wib

Pelajaran kali ini : Harus lebih hati” untuk perjalanan berikutnya

Thanks Kaka Aline & Komunitas Motor Naga Air yang makin solid (lebarkan sayap kalian ye bro..!)

b b

Pendakian Gunung Gede Part II

Pendakian Gunung Gede Part II
Edisi CoupleHike with My bestfriend /My Brother
Tanggal 6 – 7 Desember 2014

Mt. Gede

Hai Ho Adver, kali ini gue akan bersemangat menceritakan perjalanan kedua menuju Puncak Gede. Rencana perjalanan sebelumnya setelah idul Fitri tahun 2014, Tapi engga jadi karena ada hal-hal yang membuat kita berdua ga yakin untuk pergi bersama.Okeh Fiks waktu itu mungkin ga jadi, tapi sekarang pasti jadi.

Perjalanan kali ini ga begitu ribet untuk packing dari jauh-jauh hari.Cukup hari H langsung tancap.Karena kita melakukan perjalanan ini hanya satu hari satu malam.Dari Sabtu malam tanggal 6 Desember 2014 sampai dengan Minggu Malam tanggal 7 Desember 2014.Karna temen gue ini harus kerja di hari Sabtu setengah hari, mangkanya kita ga punya waktu lama untuk menikmati kebersamaan dalam perjalanan.

Pertama, Yuk kenalan sama teman seperjalanan gue yang akan menemani gue selama perjalanan berlangsung yaitu adik gue yang bernama Yofan. Entahlah dari mana adik gue berasal yang jelas dia cukup asik buat di ajak cerita (curhat), dan kali ini gue akan nyoba jalan bareng, apakah dia akan lebih asik dari sebelumnya??

Sebenernya gue mau ceritain siapa yofan?bagaimana yofan?darimana yofan? Tapi karena kali ini judul ceritanya Pendakian Gunung Gede, jadi lupakan pembahasan tentang yofan, kita focus pada cerita pendakiannya. Hahaha… (Kalo mau kenal yofan…email ajah ya (terjamin bebas pulsa)) 😀

Sabtu, 6 Desember 2014

Gue sebenarnya ragu dengan perjalanan kali ini, karena Yofan kerja. Kasian kan adik gue kudu bawa motor belum istirahat maksimal setelah kerja. Apalagi hari ini turun hujan… (Khawatir Bingits)Tapi kita udah sepakat kalau perjalanan kali ini wajib, kudu jadi. Yahhh… No comment lah yaa, semoga perjalanan kali ini membuat kita tambah dekat, tambah saling memahami, mengerti satu samalain dan kita bisa having Fun.

Gue ga tau pasti Yofan berangkat dari Bekasi rumahnya ke Cijantung rumah gue jam berapa?dan berapa lama? . Yang penting Yofan sampe di rumah gue dengan kondisi selamat Tepat pukul 21.30 Wib.Muka letihnya ga bisa diboongin.Motor, Sandal & Celananya kotor karena cipratan air dijalan.Maaf yaa de ngerepotin, untuk perjalanan berikutnya kita ketemuan dimana gituh yang sama2 dekat terus langsung berangkat ajah dehh. 😀

Gue hebring banget dengan kedatangan Yofan, perasaan seneng, bingung, aneh, ga nyangka bercampur aduk jadi satu. Ahhhh… Payah hati wanita tetaplah wanita meskipun terlihat tangguh saat pendakian alias LEBAYYYY.Menunggu Yofan bersih-bersih, beristirahat, menghabiskan segelas teh hangat buatan nyokap gue, ngobrol-ngobrol sebentar.Tidak lama kemudian kita memutuskan pamit untuk berangkat. Asiiikkkk… 😀

Kita naek motor menuju Cibodas, melwati jalan utama yaitu Jalan Raya Bogor. Sepanjang perjalanan sepi banget karena gue emang orangnya ga seru bin pendiem sangadh (iya ga de?? *sambilnyengir 😀 ). Hahaha… Malam semakin Larut udara juga semakin dingin, Dan untungnya jalur puncak lancar. Sepanjang Jalan perkebunan teh, sumpah ga boong dingin banget bro… gue yang udah berpakaian rapet ajah masih berasa di tulang dinginnya… L Sepertinya gue Lebay lagih deh, secara adik gue biasa-biasa ajah tuh engga kerasa dingin -_- .

Setelah melewati perkebunan teh, kita mencari warung-warung semi persinggahan sementara, karena adik gue laperrr belum makan. Abis diabilang gue lebay mulu sihh, jadi gue ga kasih makan di rumah deh… :p Kita singgah di warung kecil, yang ada hanya kita berdua ajah pengunjungnya. Mungkin karena hari sudah tengah malam, jadi sepi.

Yofan memesan dua gelas teh manis panas dan satu mangkok mie rebus pake telor untuk dirinya sendiri yang udah laper banget katanya. Warung ini lumayan buat istirahat sambil menunggu pagi tiba. View dibalik warung terlihat Gunung menjulang tinggi, dibawahnya terdapat persawahan warga dan dibawah sebelah kiri terlihat seperti sebuah kampung atau perumahan yang cahaya lampunya mngindahkan bagi yang memangdangnya. Ahhhh, dalam sekejap dingin terlupakan dengan view dan segelas teh panas ku dekap dengan kedua telapak tangan. Sedangkan Yofan sibuk dengan Mie, lalu sibuk dengan sebatang rokoknya kemudian tetap masih sibuk dengan handphonenya (Sepertinya dia lagih kangen bingits sama kekasihnya?resah, gundah, gulana tuh sepertinya :p *sotoy).

Niat gue siih tidur, tapi kok mata ga bias merem?Malahan makin berasa dinginnya. Ya sudahlah gue nikmatin sendiri nih dingin sambil maksa tidur nih mata. Eeeehhh, gue liat adik gue malahan udah tidur nyenyak. Ini nih, penyakit gue di gunung yaitu kedinginan meskipun udah pake jaket dan sleeping bag, lalu ga bias tidur pula.

Waktu sudah menunjukan pukul 04.00 Wib, dua orang pengunjung datang untuk singgah.Yofan pun akhirnya terbangun, Cuma menoleh kearah dua orang itu, lalu tidur kembali. Ehmmmm… bagus banget nih anak!! Gue ambil handphone, gue ambil headset, gue mulai putar dari lagu Taylor Swift – Back to December dengan volume maximal. (maksud gue supaya ga bête dengerin tuh orang berdua yang lagi ngobrol L ).

Satu Jam berlalu sekarang menunjukan pukul 05.00 Wib, Pada akhirnya Yofan terbangun dan sadar kalau perjalanan kita masih jauh. Memesan segelas teh manis panas lalu bergegas ke toilet. Kemudian Yofan packing lagi, Yuk kita jalan mbro!!

Ternyata udara masih dingin, tubuh Yofan menggigil saat mengendarai motornya.Sepertinya dia merasakan udara pagi ini lebih dingin dari tadi malam. Kalau gue sihhh BIASA AJAH !! *belagu Hahahah :p

Beberapa lama kemudian kita sampai di kawasan cibodas, tujuan awal gue yaitu mampir ke base camp mang idi untuk istirahat dan beli makan untuk di perjalanan saat mendaki. Seperti biasa, gue pesen telor dadar. Telor dadar disini mengingatkan gue pada seseorang, yang tau banget kalau gue suka sama yang namanya telor. Ahhh..lupakan dia !! gue kembali kesini untuk menghapus jejak yang pernah kita tinggalkan bersama dengan menggantinya dengan jejak yang baru. Semoga dia selalu dalam keadaan berbahagia… amin

Saat itu base camp ramai, ruang peristirahatan penuh dengan para pendaki dan pelancong kaya gue.Hahhhh 😮 ?? kaya loe?? Situ okehhh?? 😀 Parkir motormya juga penuh tepat di depan base camp, memaksa adik gue untuk parkir di tempat lain. Semoga Aman… J Kita titipkan helm dan sleeping bag karna tidak di perlukan di atas.Setelah itu kita tancap menuju pintu masuk untuk membeli ticket.Tapi ternayata kita ga dapet tiket, cukup di catat namanya dan berapa orang yg masuk.

SELAMAT DATANG DI GUNUNG GEDE, SELAMAT MENEMPUH PERJUANGAN !!!

Bismillah…
Menyusuri jalan anak tangga dan bebatuan, sesekali gerimis datang membuat kita panic dan dengan sekejap hilang membuat kita serba salah. Nafas gue terengah-engah seperti baru pertama kali mendaki tepatnya seperti waktu pertama kali gue mendaki gunung Papandayan. Ga heran juga sii, Mungkin karena pendakian kali ini adalah pendakian yang pertama di tahun 2014 . Semoga Allah SWT terus kali memberi kesempatan untuk kita untuk menikmati keindahan yang Ia ciptakan untuk kita rasakan. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Amin

Sampailah pada pertigaan menuju Gunung Gede Pangrango dan Curug, Dan kalian pasti udah tahu kalo di pertigaan ini ada Pos Peristirahatan, kita memutuskan istirahat dan meyakinkan diri kita kemana kaki ini akan melangkah setelah ini, ke Gunung Gede atau ke Curug??Entah darimana bisikan di hati kami datang bersamaan memutuskan untuk mengunjungi Gunung gede.Berarti perjalanan kita masih jauh setelah istirahat ini.

Sesuai kesepakatan sebelumnya, berhubung kita hanya punya waktu satu hari, kita memutuskan melangkah sampai semampu kita, kalo masih kuat lanjut sampai puncak Gede, kalau pun tidak kuat kita harus besar hati untuk turun kembali.Ini demi keselamatan kita.

Beribu-ribu langkah sudah kita lakukan, sudah ribuan detik kita bunuh bersama.Tidak satu orang pun disini kita lihat setelah pertigaan tadi. Membuat kita ragu akan tujuan yang kita buat, menyerah sebelum letih menerkam tubuh kita. Curiga?Apa pendakian bulan ini ditutup? Masa sih??tapi bisa jadi, buktinya belum terlihat satu orang pun di sekitar kita sepanjang setelah pertigaan tadi.

Kita mulai lapar, ragu-ragu masih terus melenakan langkah kita sehingga kita terlalu sering berhenti untuk beristirahat dan mulai menghabiskan makanan sedikit demi sedikit.Okeh…Fiks kita berencana makan bekal yang kita bawa di Curug Air Panas, dan di situh kita memastikan lagih mau lanjuti perjalanan atau kembali.Sesebentar Yofan memutar music di Handphonenya lalu mematikannya kembali karena takut batrai lowbath.

Tak…tak…takk… suara langkah terdengar, berhubung kita beristirahat di tikungan, kita pun menoleh mencari tahu langkah tersebut. Ternyata suara dua orang cowo sedang mendaki dengan gaya casualnya, ga pake ribet kaya pendaki yang nginep. Hanya berbekal tas kecil yg isinya ga banyak dan 1 unit kamera yang menggantung di leher salah satu cowo tersebut. Asiiik, sepertinya ada harapan menuju puncak, walaupun awan hitam bergantian berada di atas kita.

Yups, setelah melewati beberapa pos dan sampailah pada pos air panas, rasa lapar kami langsung sedikit hilang karena sangat semangat ingin menuju puncak.Dan semangat itu benar-benar menunda lapar.

Curug Air Panas Gunung Gede Pangrango

Kandang Badak

Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak disini, di tempat perkemahan para pendaki-pendaki membangun tendanya.Kami berdua berada diantara mereka yang sedang menikmati kebersamaan, ada yang sedang memasak, ada yang sedang bercanda, berbincang, packing…aaahh pokoknya banyak banget hal-hal yang berbeda-beda yang meraka lakukan.Kami hanya menggelar pelastik yang di bawa yofan berukuran kurang lebih setengah meter.Dan itu hanya muat untuk duduk kami berdua. Bukan duduk berdua, tapi Cuma untuk duduk aku dan tempat menaruh beberapa makanan yang akan kita makan. Apa pun makanannya yang penting kebersamaanya.

Hujan turun deras tiba-tiba memaksa gue untuk memakai jas ujan, sedangkan adik gue sedang ambil air di sumber air terdekat untuk persediaan kita nanti.Semua mata pendaki tertuju pada gue, kenapa??Ada masalah sama muka gue?? #grhhhh (mereka kira gue bolang kali?). Kita pun melanjutkan perjalanan kembali,

Melewati tanjakan setan untuk yang kedua kalinya dengan orang yang berbeda dan arah yang berbeda.Hujan semakin deras kabut pun turun, tidak menghentikan langkah kami berdua untuk tetap berjalan kedepan menaiki gundukan-gundukan tanah, bebatuan dan akar-akar yang licin yang seringkali membuat kami terjatuh karena ketidak hati-hatian kami.Air berwarna coklat dan sangat dingin mengalir pada jalur tracking.Bau Belerang sudah mulai tercium menandakan puncak sudah dekat dari keberadaan kami.

Puncak Gede

Puncak Mt. Gede

Tuhan, Kau ciptakan alam ini begitu indah untuk kami nikmati
semoga keindahan ini tidak melenakan kami penikmatnya
semoga keindahan ini membuat kami semakin mengingatkan akan Kuasa Mu

Tuhan, terima kasih untuk semua yang Kau berikan kepada kami
Termasuk hari ini, kesempatan ini, dan kebersamaan ini

Terima kasih juga Kau berikan Yofan di dalam kehidupanku
Semoga Yofan benar-benar menjadi teman yang baik
Teman yang setia,
Teman yang mempertanggung jawabkan semua janjinya

Tuhan, semoga aku menjadi teman yang baik untuk Yofan
Semoga aku benar-benar setia pada pertemanan kami ini,
Semoga aku dapat mempertanggung jawabkan semua janjiku

Tuhan, jika pertemanan kami menghalangkan kebahagiaan kami dengan yang lain,
Besarkan hati kami untuk menerima perpisahan untuk kebahagiaan yang lain
Tuhan, aku mohon selalu bahagiakan Yofan dengan pilihannya…

Jika, pilihanya salah maka jangan dekatkan dengan pilihannya, jangan biarkan dia memilih..
jika, pilihan yang salah merupakan pelajaran untuk dirinya, maka tuntun dia ya Allah
Semoga do’a ku untuknya menyertaiku juga…Amin

Pukul 13.00 Wib Sampai pada puncak, sampai juga puncak ke narsisan adik gue.Dia sibuk minta diphotoin kesana-kemari.Sebenernya gue juga gatel pengen narsis.Tapi, berhubung batrai kamera gue abis, kamera handphone gue ga terlalu canggih.Gue tahan daahhh narsisnya alias nebeng photo di kamera handphonenya adik gue. 😀

Ehhh, ada mas mas baik yang ngasih segelas susu panas. Pas banget Ujan-ujanan, kedinginan pula…. #seruputmantap mbro…

Kurang lebih pukul 14.00 Wib kami memutuskan untuk turun mengingat perjalanan kami yang masih jauh dan besok gue harus bangun pagi untuk kerja. Run run & run,,,buat yang pernah nanjak sama gue, pasti tau banget kalo gue ga bisa turun lama alias kudu lari, kalo lama pasti jatohlah, keseleolah, kepelesetlah. Ahhhh pokoknya merugikan kaki gue…

Sesampai tangga yang terbuat dari kayu terakhir, kaki gue terkilir… sumpah rasanya sakit banget.Gue tahan rasa sakitnya, gue tahan air mata gue, gue tahann sambil terus jalan.Ga perdui seberapa sakitnya gue, karena gue tau banget adik gue cape juga.Dan gue berusaha banget disetiap kali melakukan perjalanan tidak mau ada keluhan, diminimkanlah yaa.

Kami sampai di Base Camp Mang Idi sebelum maghrib, kami memutuskan untuk tidur sebentar dan bersih-bersih sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Gue kira sampai disitu ajah ceritanya yaa, cerita ini bertujuan hanya untuk mengabadikan moment yang sudah terjadi dan semoga akan terulang lagih dengan orang-orang yang lebih asik dan gila banget sama yang namanya kebebasan & alam. Buat mas bro dan mba bro yang pengen cobain couplehike, pertama-tama loe harus pastikan :

  1. Pastikan temen nanjak loe emang gila nanjak, asik dan sangat minim kemungkinan untuk bikin loe badmood di tengah hutan bro…! Masalahnya disini kita harus mengerti satu sama lain. Ga mau kan cerita perjalanan loe yang tadinya mau having fun, malah jadi gondok di hati doank.
  2. Kalian berdua itu pasti harus memiliki jiwa melindungi satu sama lain, dan mau dilindungi. Secara ya mas bro, loe Cuma berdua kalo bukan kalian berdua siapa lagi??pastinya Loe harus bikin temen nanjak loe merasa bahagia dan nyaman.
  3. Khususnya laki-laki, yang nanjak bareng cewe yaaa yang kaya gue ginih..:D , di gunung ituh kita sama bro, sama sama bakalan capek, sama sama bakalan kummel. So, kalo cewe yang nanjak khawatirin loe, bukan berarti cewe itu kuat dan menghilangkan harga diri loe sebagai laki-laki. Inget, karena kita cuma berdua. J
  4. Buat cewe atau cowo yang manja, Inget ini bukan pantai yang kerjanya Cuma santai-santai di pinggiran pantai. Keindahan yang akan kita capai ini butuh perjuangan… Kalo loe cuma mau nanjak bener2 santai, meningan couplehike ajah sama porter di jamin loe santai, sedikit membantu rasa capek loelahhh…

SIAPKAN WAKTU LO, SIAPKAN UANG LO, SIAPKAN FISIK LO, SIAPKAN DIRI LO MENUJU KEBEBASAN BRO…!! KEINDAHAN …!! KEBERSAMAAN …!!

Pesan buat semua pendaki dan yang baru mau nyoba mendaki termasuk diri gue sendiri :

STOP VANDALISME BRO… JANGAN RUSAK TEMPAT MAIN KITA…JANGAN RUSAK KEINDAHAN YANG SUDAH ADA…!!

Kalo cuma ingin mengabadikan moment nanjak loe, di SOSMED aja bro !!dari pada loe nyoret-nyoret yang sama ajah ngerusak. gue jamin loe dapet jempol banyak dari sesama pendaki di SOSMED,,, Kalau ada yang ga suka, biarkan saja karena semua orang bebas berpendapat…,

JANGAN BUANG SAMPAH DI GUNUNG !!!

Buat kita yang ga mampu membersihkan gunung, caranya gampang buat melakukan sesuatu bentuk rasa cinta kita kepada alam yaitu dengan membawa semua yang kita bawa naik, dibawa  turun kembali. That’s Enough, Karena alam ini untuk kita, kalo bukan kita yang menjaganya siapa lagihhh??

Mohon Maap Jika ada perkataan yang menyinggung, terima Kasih sudah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan comment yaa…  sampai bertemu di perjalanan berikutnya …

Keindahan itu terlihat tidak hanya pada saat cerah, tetapi keindahan itu tetap akan terlihat di waktu hujan, di waktu mendung bahkan setiap waktu tergantung kesyukuran kita.

Thanks God, Thanks Mom, Thanks Yofan, Thanks Nature of Mt. Gede & Thanks all

Nama Asli Gunung-Gunung di Indonesia Dalam Bahasa Sansekerta

Nama Asli Gunung-Gunung di Indonesia dalam Bahasa Sansekerta

MAPALA JUSTITIA FH UNLAM

Indonesian Volcanos List

Tertarik mengetahui nama asli dalam bahasa Sansekerta gunung-gunung yang ada di Jawa, berdasarkan sumber yang meneliti dan mempelajari peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada didekatnya, diambil dari blog indocropcircles, semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi kawan-kawan semua, cekidot :

Pada zaman kejayaan para raja-raja di Nuswantara (Nusantara) semua gunung memiliki arti yang sakral. Dan membuat penamaan gunung-gunung tersebut memiliki arti yang tidak sembarangan pula. Namun penjajahan Belanda selama ratusan tahun telah memutus Sejarah Nuswantara dengan putra-putri penerus Leluhur bangsa Indonesia, diantaranya juga memutus sejarah nama-nama gunung dan mengganti nama-nama gunung yang tersebar di Nuswantara tersebut. Hal ini ada maksudnya, karena bila nama gunung diketahui oleh generasi penerus, maka akan diketahui pula kerajaan-kerajaan di sekitar gunung tersebut. Kini saatnya, putra-putri di Nuswantara harus tahu tentang yang sesungguhnya, bahwa bahasa utama para leluhur Nuswantara adalah bahasa Sansekerta, secara otomatis pada awalnya nama-nama gunung di Nuswantara adalah bahasa Sansekerta, berikut nama-nama gunung tersebut:

A…

Lihat pos aslinya 131 kata lagi

Ngebolang di Jogjakarta

DSC00033

Candi Borobudur

Hari        : Kamis s/d Senin Tanggal  : 31 Oktober s/d 4 November 2013 TuJuan   : Explore Kota Jogjakarta – Malioboro – Candi Pawon – Candi Mendut – Candi Borobudur – Taman Pelangi – Keraton – Alun – Alun Utara & Selatan – Pasar

Bersama : Aline & Diah

22222

Candi Borobudur di bawah panas terik

Candi Borobudur

Candi Borobudur